Krisis BBM, Beli Bensin di Negara Ini Pakai Sistem Ganjil Genap
Uzone.id - Krisis BBM akibat perang di Timur Tengah mulai dirasakan sejumlah negara. Seperti Myanmar yang telah menerapkan pembatasan pembelian BBM dengan skema ganjil genap, hingga jumlah pembeliannya juga dibatasi.
Negara-negara di Asia Tenggara sedang dalam ancaman besar krisis BBM karena ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Bukan hanya membuat harga minyak dunia melonjak, namun beberapa negara mulai kekurangan stok energi.
Dikutip dari The Irrawaddy, pemerintah militer Myanmar memberlakukan sistem ganjil genap pada kendaraan yang bisa membeli BBM. Termasuk setiap mobil hanya diperbolehkan mengisi BBM maksimal dua kali seminggu.
Aturan tersebut merupakan skema pembatasan baru yang menggantikan sistem ganjil genap yang sedang berlaku saat ini.
Di sistem ganjil genap, kendaraan pribadi bisa mengisi BBM hingga 15 liter dan untuk truk ringan 25 liter setiap dua hari sekali. Kemudian kendaraan umum bisa mengisi hingga 50 liter dan truk besar sampai 150 liter.
Skema ganjil genap ini sudah berlaku sejak 7 Maret lalu, diiringi dengan pemberlakuan sistem digital untuk mencatat kuota harian BBM. Pembatasan ini juga tidak mencakup motor yang tidak terdaftar.
Sistem tersebut kacau dan diduga diakali karena banyak pengendara yang melaporkan nomor identitas kendaraan mereka dicuri dan digunakan oleh pemilik kendaraan yang tak terdaftar untuk membeli bahan bakar.
Selain itu, harga BBM di Myanmar juga melonjak seiring dengan langkanya ketersediaan minyak di negara tersebut.
Seorang warga di Yangon mengungkapkan, antrean di SPBU mulai mengular. Masyarakat juga ramai-ramai ke SPBU untuk mendapatkan BBM yang masih tersedia.
Soal harga BBM, di Myanmar banderol minyak meroket dalam waktu cepat. Harga solar diesel premium dijual 4.820 kyat dari sebelumnya hanya 3.560 kyat.
Kemudian untuk BBM jenis RON 92 juga naik dari 2.830 kyat atau setara Rp22.764 menjadi 3.610 kyat atau Rp29.038. RON 95 juga melonjak dari 2.930 kyat atau Rp23.569 mejadi 3.850 kyat atau Rp30.961.
Bahkan untuk wilayah lain di Myanmar, harganya bisa menjadi lebih tinggi. Seperti di Negara Bagian Mon, punya banderol BBM paling mahal di negara tersebut.
BBM premium diesel tembus 5.100 kyat atau setara Rp41.013, RON 92 tembus 3.845 kyat atau seharga Rp30.920, dan RON 95 mencapai 4.080 kyat atau Rp32.167.
"SPBU di kota kami biasanya hanya buka satu hari dalam tiga hari karena kehabisan bahan bakar," kata warga di kota Billin, Mon
Warga setempat juga mengungkapkan bahwa pembelian dibatasi hingga 5.000 kyat per motor dan 10.000 kyat per mobil.
Di Indonesia sendiri, badan pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan BBM tetap aman hingga arus balik Lebaran 2026 selesai.
Berdasarkan pantauan BPH Migas pada 22 Maret 2026, cadangan BBM nasional dilaporkan berada pada level aman, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi.