Korban Makin Luas, Ini Dampak Serangan Aplikasi Notepad++
Uzone.id — Aplikasi Notepad++
yang cukup populer di kalangan programmer dilaporkan telah disusupi sekelompok
penjahat siber asal China. Gak tanggung-tanggung, proses penyusupan ini
berlangsung hingga berbulan-bulan di tahun 2025 lalu.
Kejadian ini disebut-sebut melibatkan kelompok siber yang
masih berkaitan dengan pemerintah China, namun hal tersebut masih dalam proses
penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, dampak dari kejadian ini terus meluas apalagi
bagi para pengguna. Mereka menjadi target eksploitasi bug dan software untuk
pembaruan yang berbahaya.
Peneliti dari Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT) mengungkap fakta lain dibalik penyerangan ini, dalam laporannya serangan di balik kompromi rantai pasokan Notepad++ ini ternyata menyasar berbagai target di sejumlah negara.
Target tersebut mencakup sebuah organisasi pemerintahan di
Filipina, lembaga keuangan di El Salvador, penyedia layanan TI di Vietnam,
serta sejumlah individu di tiga negara berbeda.
Dalam temuannya, Kaspersky menyebut para penyerang
menggunakan setidaknya tiga rantai infeksi yang berbeda dalam operasi ini. Dua
diantaranya belum pernah terungkap ke publik sebelumnya.
“Para ahli yang memeriksa sistem mereka terhadap IoC yang
diketahui publik dan tidak menemukan apa pun tidak boleh berasumsi bahwa mereka
aman,” kata Georgy Kucherin, peneliti keamanan senior Kaspersky GReAT.
Ia melanjutkan, “Infrastruktur Juli-September benar-benar
berbeda, IP yang berbeda, domain yang berbeda, hash file yang berbeda. Dan
mengingat seberapa sering penyerang ini merotasi alat mereka, kita tidak dapat
mengesampingkan keberadaan rantai tambahan yang belum ditemukan.”
Sepanjang periode Juli hingga Oktober 2025, para pelaku secara rutin mengganti malware, infrastruktur command and control (C2), serta metode distribusi mereka hampir setiap bulan demi meluncurkan operasi mereka.
Rantai serangan yang selama ini diketahui publik pun
ternyata hanya merupakan tahap akhir dari kampanye yang jauh lebih panjang dan
lebih canggih.
Para pengembang Notepad++ sendiri baru mengkonfirmasi adanya
serangan ini pada 2 Februari 2026 lalu, mereka menemukan infrastruktur
pembaruan mereka telah disusupi penjahat siber.
Laporan publik sebelumnya berfokus pada malware yang
terdeteksi pada Oktober 2025, sehingga banyak organisasi tidak menyadari adanya
indikator kompromi yang sama sekali berbeda yang digunakan pada periode Juli
hingga September 2025.
Kaspersky menyebut bahwa setiap rantai serangan yang
digunakan pelaku memiliki alamat IP berbahaya, nama domain, metode eksekusi,
serta muatan malware yang berbeda-beda.
Kaspersky pun menyatakan bahwa solusi keamanannya berhasil
memblokir seluruh serangan yang berhasil diidentifikasi pada saat kejadian.