Automotive

Konversi Motor Bensin ke Listrik, Apa Saja yang Diubah?

Brian Priambudi
Konversi Motor Bensin ke Listrik, Apa Saja yang Diubah?

Uzone.id - Belakangan ini pemerintah menargetkan 120 juta unit motor bensin untuk dikonversi menjadi motor listrik. Kira-kira apa saja yang harus diubah untuk membuat motor listrik konversi?

Program pemerintah untuk melakukan konversi 120 juta motor listrik sebenarnya untuk mempercepat peralihan ke energi yang lebih bersih.

Di sisi lain, pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, yang belakangan ini tengah menjadi fokus karena dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga minyak dunia.

Kabar program konversi motor bensin ke motor listrik ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan Insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis dikutip Uzone.id.




Sebenarnya melakukan konversi motor bensin ke listrik membutuhkan tenaga ahli, tapi kira-kira sesulit apa sih pengerjaannya?

Ady Siswanto selaku owner dari Dyvolt EV Shop yang merupakan bengkel motor listrik konversi mengatakan secara proses sebenarnya cukup mudah.

Bagi mekanik yang sudah memiliki pengetahuan tentang kelistrikan, menurutnya bisa langsung mempraktekannya.

"Jadi secara keseluruhan kendaraan listrik itu punya 3 komponen utama. jadi kalau ada ketiganya, motor tersebut bisa jalan. Ketiganya itu dinamo, kontroler, dan baterai," ujar Ady kepada Uzone.id beberapa waktu lalu.

Komponen utama menurut Ady yang paling penting adalah dinamo, ini menjadi kekuatan atau penggerak utama dari sebuah motor listrik.





Selanjutnya komponen yang cukup penting adalah kontroler. Komponen yang satu ini menjadi otak dari seluruh motor listrik, bekerja seperti ECU atau CDI pada motor konvensional.

Yang terakhir adalah baterai, komponen ini juga penting karena menjadi sumber tenaga dari dua komponen di atas tadi.

"Jadi pada sat kita merakit baterai itu juga ada safety-nya. bagaimana caranya baterai ini tahan air, tahan guncangan, seperti itu. Ada treatment khusus, atau cara perakitan yang baik dan benar," ungkapnya.

Jika ketiga komponen tersebut sudah dirakit, maka motor bensin sudah dikonversi menjadi motor listrik dan bisa digunakan.




"Sebetulnya itu gampang sekali motor listrik, minimal punya basic elektrik. Anak elektro itu diajarin sekali sudah langsung paham, menghitung tegangan ampere, ketemu watt, kWh, dan lain-lain," pungkasnya.

Pasalnya, target pemerintah dianggap terlalu ambisius dan tidak realistis. Mengingat jumlah bengkel konversi motor listrik yang sudah tersertifikasi sangat terbatas.

Padahal sebelumnya pemerintah pernah menargetkan sekitar 50 ribu motor listrik konversi di tahun 2023 dan 150 ribu unit pada tahun 2024.

Angka tersebut saja tidak tercapai meskipun ada iming-iming subsidi sebesar Rp7 juta yang kemudian ditingkatkan menjadi Rp10 juta per unit.

Realisasinya hanya 1.000 motor listrik konversi yang terjadi pada tahun 2023 dan target di 2024 pun direvisi menjadi 50 ribu unit yang juga tidak dapat dicapai.