Kontrol Kualitas Dipertanyakan: BYD Atto 1 "Seumur Jagung" Sudah Error
Uzone.id – Sebuah insiden mobil listrik mengejutkan baru-baru ini mencuat ke publik dan langsung memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.
Melalui unggahan video di TikTok oleh akun @ochi_tri, seorang pemilik mobil listrik BYD Atto 1 mengungkapkan kekecewaannya.
Bagaimana tidak, unit yang baru saja ia beli pada Januari 2026 tersebut tiba-tiba mengalami gangguan sistem.
Dalam video yang viral itu, terlihat kondisi mobil yang bermasalah saat digunakan. Pemilik kendaraan menunjukkan indikator eror yang menyala pada layar head unit, menampilkan pesan spesifik: "Please check the EPB system".
Keterkejutan Ochi, sang pemilik, sangat beralasan. Mobil listrik sekelas BYD Atto 1 yang menyasar segmen entry-level dengan fitur modern, ternyata sudah "error" padahal belum genap beberapa bulan digunakan sejak serah terima unit—istilahnya, masih seumur jagung.
Respons Publik dan Tuntutan Resmi
Kasus ini sontak memantik perbincangan panas. Banyak pengguna mempertanyakan ketelitian pemeriksaan kualitas (quality check) sebelum unit dikirimkan ke tangan konsumen.
Mayoritas pengguna internet mendesak agar masalah ini segera diselesaikan melalui layanan purna jual resmi.
BYD Atto 1 sendiri merupakan salah satu model kendaraan listrik buatan pabrikan asal China, BYD, yang dipasarkan di Indonesia dan telah mencatat penjualan cukup tinggi berkat desain kompak dan efisiensi baterainya.
Namun, insiden eror pada unit baru ini jelas menimbulkan keraguan serius terhadap kontrol kualitas produk.
Pemilik kendaraan berharap agar pihak dealer dan agen pemegang merek dapat bertanggung jawab penuh. Konsumen pada dasarnya berhak mendapatkan kendaraan dalam kondisi prima, apalagi unit masih tercakup dalam masa garansi penuh.
Jika benar terjadi gangguan sistem, perbaikan seharusnya dapat dilakukan tanpa biaya sepeser pun sesuai ketentuan garansi kendaraan listrik.
Kasus ini menjadi pengingat penting: pertumbuhan pesat pasar mobil listrik harus seimbang dengan kualitas produk yang tangguh dan layanan purna jual yang solid.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak produsen mengenai video yang beredar.
Publik kini menanti klarifikasi resmi untuk memastikan akar masalah eror tersebut—apakah ini murni gangguan software, masalah kelistrikan, atau faktor teknis lainnya.
Transparansi dalam penanganan kasus semacam ini krusial untuk menjaga kepercayaan konsumen dan reputasi merek di pasar otomotif nasional.