Komdigi Targetkan PNBP Naik di Tahun 2026
Uzone.id – Pada kuartal I-2025, Komdigi berhasil catatkan diri sebagai penyumbang terbesar PNBP dibandingkan kementerian dan lembaga (K/L) lainnya. Dari total PNBP K/L senilai Rp29,7 triliun, Komdigi sumbang Rp3,25 trilun atau sekitar 10,9 persen.
Kini, Komdigi pastikan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026 akan mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Ismail selaku Sekretaris Jendral Komdigi, Ismail, Jumat (19/9).
“Kalau target PNBP ini memang terjadi kenaikan dari tahun 2025 ke tahun 2026,” ungkap Ismail.
Ismail menjelaskan bahwa lelang spektrum baru yang dibuka oleh pemerintah menjadi pendorong utama dalam menambah pendapatan negara. Selain itu, jasa telkomunikasi dan BLU (Badan Layanan Umum) juga ikut membantu.
“Jadi, PNBP Komdigi ini ada beberapa sumber besar. Pertama dari spektrum frekuensi radio, kedua dari jasa telekomunikasi yang melekat pada pendapatan usaha para pelaku bisnis, dan ketiga dari BLU," jelasnya.
PNBP dari sektor ini ditargetkan naik dari kisaran Rp21 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp22 triliun di tahun 2026. Secara total, target PNBP Komdigi keseluruhan untuk tahun 2026 dipatok di kisaran Rp25 triliun.
Dari jumlah tersebut, sektor spektrum frekuensi jadi penyumpang terbesar. "Jadi, betul ada kenaikan. Totalnya kita Rp25 triliun. Kalau dari tiga sumber tadi tapi kalau dari spektrum di kisaran Rp22 triliun untuk tahun 2026," jelas Ismail.
Berdasarkan pernyataan Ismail, tambahan penerimaan ini utama dari spektrum ini didapat dari hasil lelang yang belum lama ini diselenggarakan oleh pemerintah. Komdigi sendiri baru saja membuka lelang frekuensi 1,4 GHz dengan rentang 1432 MHz hingga 1512 MHz dan lebar pita sebesar 80 MHz.
Pemanfaatan frekuensi ini bertujuan untuk menyediakan layanan internet cepat hingga 100Mbps dan menawarkan harga layanan yang lebih terjangkau. Selain itu, Komdigi juga pada tahun ini berencana melelang 2 frekuensi lain, yakni 700 MHz dan 26 GHz.