Komdigi Sokong Internet Cepat untuk 166 Sekolah Rakyat di Seluruh RI
Uzone.id — Pemerintah
Indonesia resmi membuka 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia pada Senin, (12/01). Kehadiran sekolah rakyat ini menjadi harapan
baru bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk mengenyam pendidikan bermutu.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat ini dilakukan secara serentak
dengan pusat kegiatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan
Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam peresmian tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan komitmen mereka untuk menyokong konektivitas digital agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan lancar dan setara di seluruh wilayah di Indonesia.
Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan komitmen
pemerintah untuk memastikan Sekolah Rakyat didukung konektivitas digital agar
proses pembelajaran dapat berjalan setara di seluruh wilayah Indonesia.
Meutya Hafid menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung
Sekolah Rakyat melalui penyediaan konektivitas internet, penguatan jaringan
sekolah, serta literasi dan keterampilan digital.
“Dukungan ini memastikan proses belajar mengajar berjalan
lancar di seluruh wilayah,” kata Meutya.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di 34
provinsi dan 131 kabupaten/kota dan telah menampung 15.954 siswa dengan
dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian
dan lembaga yang terlibat dalam program pendidikan ini dan menyebut bahwa
Sekolah Rakyat sebagai langkah terobosan dan langkah berani untuk menghadirkan
keadilan sosial di bidang pendidikan.
“Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka harapan baru bagi
anak anak dari keluarga yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, sekaligus
menyiapkan generasi Indonesia yang berdaya saing di masa depan,” harap
Presiden.
Komdigi sendiri bersama dengan Kementerian Sosial menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan internet cepat minimal 100 Mbps untuk program "Sekolah Rakyat" di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Komdigi telah menyerahkan bantuan langsung
internet cepat ini ke beberapa Sekolah Rakyat, salah satunya adalah Sekolah
Rakyat Menengah Atas 19 Kabupaten Bantul dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 20
Kabupaten Sleman.
Dua sekolah rakyat ini tersambung dengan internet kecepatan
tinggi 100 Mbps hingga 200 Mbps. Sekolah Rakyat Kab. Bantul akan menerima
layanan internet 100 Mbps untuk mendukung 75 siswa dari tiga rombongan belajar.
Sementara Sekolah Rakyat di Kab. Sleman mendapat dukungan
internet cepat 200 Mbps yang akan digunakan oleh 200 siswa dari lima
kabupaten/kota di DIY.
Dengan layanan internet cepat di sektor pendidikan
ini, Meutya Hafid mengatakan bahwa pihaknya akan terus memastikan infrastruktur
digital ini berjalan dengan baik, termasuk memastikan koneksi internet di
sekolah rakyat ini stabil dan maksimal.