Komdigi Minta Harga Kuota Internet Lebih Murah, Asosiasi Bilang Gini
Uzone.id — Dalam acara
peresmian Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 terkait tata kelola kartu SIM
berbasis biometrik, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta
operator seluler untuk menaikkan kualitas jaringan internet sampil menurunkan
harga internet saat ini.
Hal ini disampaikan Meutya Hafid dalam sambutannya, Selasa,
(27/10) lalu, menurutnya percepatan jaringan internet merupakan bagian dari
tata kelola jaringan telekomunikasi yang lebih baik sehingga operator dihimbau
untuk meningkatkan kecepatan internet.
“Tata kelola yang lebih baik lainnya yang kita sudah lihat
dan kita minta kepada operator seluler terus melakukan lebih banyak lagi adalah
kecepatan internet,” pungkas Meutya.
Sejalan dengan permintaan peningkatan kualitas internet, Komdigi juga menghimbau operator seluler untuk menyediakan harga internet yang tetap terjangkau dan juga kompetitif. Sehingga nantinya kualitas layanan internet yang semakin baik tersebut tidak membebani masyarakat.
“Dan yang terakhir, harganya juga tolong tidak mahal-mahal
ya. Jadi, pertama aman, kedua kecepatannya ditambah dan juga satu lagi harganya
harus bersaing,” tambahnya.
Terkait permintaan tersebut, Sekjen Asosiasi Penyelenggara
Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys menyebut bahwa harga
internet yang saat ini berlaku di Indonesia sudah terjangkau dan
kompetitif.
“Kalau bicara seluler, saya yakin harganya sudah sangat
murah. Coba bandingkan dengan negara-negara tetangga, per gigabyte berapa?”
ungkap Merza usai acara forum Indonesia Digital Outlook 2026, Jakarta, Kamis
(29/1).
Ia menyebut perlu adanya perbedaan pandangan mengenai
layanan internet antara internet fixed broadband dengan internet seluler karena
menurutnya, harga layanan internet seluler sudah sangat terjangkau.
“Mungkin kalau bicara internet rumah atau internet fixed broadband, mungkin beberapa masih ada yang perlu ditinjau. Tapi kalau internet seluler harganya murah,” tambahnya.
Terkait kecepatan internet yang masih terus digenjot, Merza
juga mengatakan bahwa saat ini operator sudah memulai melakukan peningkatan
kualitas. Hanya saja, seperti yang diketahui bahwa kondisi geografis Indonesia
berbeda dengan negara lain, tidak semua wilayah memiliki kondisi seperti di
kota-kota besar.
“Oleh sebab itu apa usulan kita? Segera kita perbaiki
kualitas ini, dengan dua cara. Pertama, daerah-daerah yang agak di luar kota
dan daerah-daerah rural, 4G nya kita perbaiki dan di dalam kota kita perbaiki
dengan 5G. Jadi tidak semuanya harus 5G,” usulnya.
Dalam peningkatan jaringan 4G di daerah rural ini bisa
dilakukan dengan penambahan spektrum dan penguatan backbone di daerah-daerah
tersebut. Terlebih soal fiber optik dimana di wilayah rural, tantangannya lebih
besar karena fiber optic-nya belum merata dan proses yang juga berlapis-lapis.
“Masalahnya menggelar fiber optic ke daerah-daerah ini
memang panjang ceritanya. Bukan sekedar investasinya yang mahal, tapi juga
masalah deployment, pekerjaannya juga besar. Jaraknya yang panjang,
perizinannya, nah itu yang utama,” jelasnya.