Digilife

Komdigi: Judol Sulit Dibasmi Gara-gara ‘Sangat’ Diminati Masyarakat

Aisyah Banowati
Komdigi: Judol Sulit Dibasmi Gara-gara ‘Sangat’ Diminati Masyarakat

Uzone.id – Komdigi sebut sulit untuk memberantas konten judol (judi online) di Indonesia. Alexander Sabar selaku Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital ungkap tiga faktor yang membuat konten judol sulit diatasi.

“Teknologi bertembang terus, kita berusaha untuk mengikuti pengembangan teknologi itu, prosedur sudah ditetapkan, aturan hukum sudah ada. Tetapi sekali lagi, prosedur itu selalu ketinggalan dari perkembangan teknologi,” ungkap Alex, Rabu (17/9).

Secara lebih lanjut, Alex menjelaskankan bahwa bukan hanya karena teknologi dan prosedur saja, konten judol sulit dibasmi sebab ada permintaan dari masyarakat kita sendiri.





Meski demikian, Alex secara tegas ungkap bahwa Komdigi bukan ingin menyalahkan masyarakat, namun inilah fakta di lapangan yang tengah terjadi. “Yang berikutnya, masyarakat kita sendiri. Bukan mau menyalahkan masyarakat kita, tetapi ini kenyataan. Fakta yang terjadi,” jelas Alex.

Lanjutnya, “Kalau kita melihat prinsip adanya perkembangan waktu orang membuat situs judi online, karena ada demand. Ada demand di masyarakat. Ini ibaratnya ada kebutuhan dan ada yang memenuhi kebutuhan itu,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Alexander mengatakan bahwa Komdigi telah bekerja sama dengan berbagai stakeholder. Komdigi juga meminta bantuan masyarakat agar langsung melakukan pelaporan apabila menemukan konten terkait judol.





Pelaporan bisa dilakukan salah satunya melalui sistem SAMAN (Sistem Kepatuhan Moderasi Konten). Selain pelaporan judol, sistem SAMAN juga menerima laporan mengenai laporan terkait pornografi anak, pornografi, terorisme, aktivitas keuangan ilegal, serta makanan, obat, dan kosmetik ilegal.

Bukan hanya melalui SAMAN, Komdigi juga membuka penerimaan laporan pengaduan melalui pesan WhatsApp di nomor 08119224545 atau email di [email protected]. Pelapor hanya perlu menyertakan nama, tautan pengaduan dan screenshot dari konten negatif yang ingin diadukan.

Dengan adanya sistem SAMAN, serta berbagai platform yang disediakan untuk mengirimkan pelaporan, Komdigi kembali menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk membungkam kritik dari masyarakat. Namun, untuk menjaga agar ruang digital tetap aman untuk semua orang.

“Disini kami juga ingin menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk membungkam kritik atas aspirasi rakyat. Demokrasi tetap kita jaga. Kritik, aspirasi, dan ekspresi harus hidup. Yang kita tidak tegas adalah konten ilegal dan berbahaya. Dan tentunya salah satunya disini yang menjadi pembicaraan kita adalah terkait dengan judi online,” tutup Alex.