Komdigi Imbau Warga Tetap Bijak Sharing Konten Tabrakan KRL Bekasi
Uzone.id — Di
tengah duka yang menyelimuti masyarakat Indonesia pasca insiden tabrakan KRL
Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin, (27/04) kemarin,
Kementerian Komunikasi dan Digital meminta masyarakat agar tetap bijak dan
berhenti menyebarkan video-video yang bisa merugikan korban dan juga
keluarganya.
“Kita sedang berhadapan dengan musibah yang sangat menyesakkan. Saya minta tidak ada yang memanfaatkan, apalagi menyebarkan konten yang justru melukai korban dan keluarganya,” tegas Menteri komdigi Meutya Hafid, Selasa, (29/04) di sela-sela konferensi pers terkait PP Tunas.
Meutya juga mengingatkan bahwa tidak semua peristiwa harus
disebarkan ke ruang digital, khususnya di media sosial.
Ia menyoroti dua risiko besar yang berpotensi muncul dari
viralnya video kecelakaan tersebut, yang pertama adalah potensi penyebaran
informasi yang belum terverifikasi sehingga menimbulkan simpang siur di
masyarakat.
Kedua, pengulangan visual mengerikan yang berisiko memicu
trauma psikologis bagi keluarga korban dan bahkan masyarakat secara luas.
“Walaupun informasinya benar, kalau terus diulang-ulang, dampaknya bisa sangat buruk secara psikis bagi keluarga yang sedang berduka,” tambah Meutya.
Meski begitu, Komdigi sendiri tidak menjelaskan secara
gamblang mengenai tindakan yang akan diambil untuk menekan penyebaran
video-video traumatis tersebut. Meutya justru mengingatkan sebaiknya dihentikan
oleh masyarakat sendiri dan menyerahkan tanggung jawab utama kepada kesadaran
kolektif publik.
"Ini semuanya atas dasar kemanusiaan untuk tidak
melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang
misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira berdampak tidak baik bagi
korban maupun keluarganya” pungkasnya.