Komdigi dan Opsel Mulai Pulihkan Internet Mati di Tapanuli dan Sibolga
Uzone.id — Bencana
banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli
Selatan, dan Kota Sibolga semenjak Rabu (26/11) kemarin telah berdampak pada
layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah.
Layanan telepon hingga internet mengalami gangguan di
wilayah yang terdampak. Terkait hal ini, Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT)
dari Komdigi langsung berkoordinasi dengan seluruh operator untuk memantau
potensi gangguan yang terjadi.
Berdasarkan sebaran infrastruktur, wilayah terdampak
mencakup jaringan milik Telkomsel, Indosat, dan XLSmart.
Dampak ini tersebar mulai dari Deli Serdang, Humbang
Hasundutan, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Samosir, Serdang
Bedagai, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Gunungsitoli, Kota
Medan, Padang Sidempuan, hingga Sibolga dengan tingkat gangguan berbeda-beda
sesuai wilayah.
Gangguan terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah,
dengan 167 site terdampak atau 23,19 persen dari total site eksisting. Disusul
Kota Sibolga dengan 35 site atau 26,52 persen serta Kabupaten Gunungsitoli
dengan 47 site atau 16,15 persen.
XL Smart melaporkan 80 site mereka atau 0,19 persen dari
8.746 site XLSmart terdampak akibat bencana ini.
Gangguan terjadi di berbagai kecamatan, mulai dari Andam
Dewi, Angkola Barat dan Selatan, Badiri, Barus, Batang Toru, Kolang, Lumut,
Manduamas, Pandan, Pinangsori, Sarudik, hingga Tukka dengan persentase mulai
dari 10 hingga 30 persen.
Sebagian wilayah terdampak lebih dari 50 persen site-nya seperti Kecamatan Marancar dan Muara Batang Toru, bahkan site XLSmart di wilayah Lumut mengalami dampak hingga 100 persen di kecamatan tersebut.
Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison melaporkan 79 site
telekomunikasi mereka terdampak. Angka ini stara 0,77 persen dari 10.174 site
yang disediakan oleh Indosat.
Gangguan ini terjadi di Andam Dewi, Angkola Barat, Angkola
Muara Tais, Angkola Selatan, Arse, Badiri, Barus, Barus Utara, Batang Toru,
Kolang, Manduamas, Marancar, Muara Batang Toru, Pandan, Pinangsori, Sarudik,
Sayur Matinggi, Sibabangun, wilayah Kota Sibolga, Sipirok, hingga Tukka.
Kecamatan Kecamatan Marancar menjadi yang paling terdampak
dengan gangguan sekitar 66.67 persen dari 3 total site eksisting di Kecamatan
tersebut.
Telkomsel menjadi operator dengan jumlah gangguan terbesar,
yakni sebanyak 336 site yang terdampak di berbagai kecamatan.
Mulai dari Adian Koting, Afulu, Alasa, Amandraya, Andam
Dewi, Badiri, Barus, Gunungsitoli dan sekitarnya, sejumlah kecamatan di Nias,
hingga Medan Amplas, Medan Polonia, Patumbak, Pandan, Sarudik, Sibolga,
Sitahuis, Sitolu Ori, dan banyak kecamatan lainnya.
Beberapa daerah dengan dampak cukup besar antara lain Barus
Utara (33,33 persen dari total site), Botomuzoi (33,33 persen), Mandrehe Barat
(33,33 persen), Sidua’Ori (25 persen), Simangumban (25 persen), Somambawa (25
persen), hingga Tukka yang mencapai 35,71 persen dari total site eksisting.
Site-site telekomunikasi yang terdampak ini disebabkan oleh
putusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi akibat cuaca yang
buruk. Saat ini, operator seluler sedang berupaya untuk memulihkan site yang
terdampak akibat terputusnya aliran listrik dari PLN dengan menggunakan genset
sebagai catu daya alternatif sampai aliran listrik kembali normal.
Operator seluler juga telah berupaya untuk memulihkan site
yang down dengan melakukan routing ke beberapa titik yang masih dapat terlayani
dan saat ini masih dilakukan verifikasi untuk pengecekan lebih lanjut.