Telco

Komdigi dan Opsel Mulai Pulihkan Internet Mati di Tapanuli dan Sibolga

Vina Insyani
Komdigi dan Opsel Mulai Pulihkan Internet Mati di Tapanuli dan Sibolga

Uzone.id —  Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga semenjak Rabu (26/11) kemarin telah berdampak pada layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah.

Layanan telepon hingga internet mengalami gangguan di wilayah yang terdampak. Terkait hal ini, Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) dari Komdigi langsung berkoordinasi dengan seluruh operator untuk memantau potensi gangguan yang terjadi.

Berdasarkan sebaran infrastruktur, wilayah terdampak mencakup jaringan milik Telkomsel, Indosat, dan XLSmart. Secara total, terdapat 495 site atau setara 5,15 persen dari 9.612 site telekomunikasi eksisting di Sumatera Utara yang terdampak dan mengalami gangguan. 




Dampak ini tersebar mulai dari Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Gunungsitoli, Kota Medan, Padang Sidempuan, hingga Sibolga dengan tingkat gangguan berbeda-beda sesuai wilayah.

Gangguan terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan 167 site terdampak atau 23,19 persen dari total site eksisting. Disusul Kota Sibolga dengan 35 site atau 26,52 persen serta Kabupaten Gunungsitoli dengan 47 site atau 16,15 persen.

XL Smart melaporkan 80 site mereka atau 0,19 persen dari 8.746 site XLSmart terdampak akibat bencana ini.

Gangguan terjadi di berbagai kecamatan, mulai dari Andam Dewi, Angkola Barat dan Selatan, Badiri, Barus, Batang Toru, Kolang, Lumut, Manduamas, Pandan, Pinangsori, Sarudik, hingga Tukka dengan persentase mulai dari 10 hingga 30 persen.

Sebagian wilayah terdampak lebih dari 50 persen site-nya seperti Kecamatan Marancar dan Muara Batang Toru, bahkan site XLSmart di wilayah Lumut mengalami dampak hingga 100 persen di kecamatan tersebut.




Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison melaporkan 79 site telekomunikasi mereka terdampak. Angka ini stara 0,77 persen dari 10.174 site yang disediakan oleh Indosat.

Gangguan ini terjadi di Andam Dewi, Angkola Barat, Angkola Muara Tais, Angkola Selatan, Arse, Badiri, Barus, Barus Utara, Batang Toru, Kolang, Manduamas, Marancar, Muara Batang Toru, Pandan, Pinangsori, Sarudik, Sayur Matinggi, Sibabangun, wilayah Kota Sibolga, Sipirok, hingga Tukka.

Kecamatan Kecamatan Marancar menjadi yang paling terdampak dengan gangguan sekitar 66.67 persen dari 3 total site eksisting di Kecamatan tersebut.

Telkomsel menjadi operator dengan jumlah gangguan terbesar, yakni sebanyak 336 site yang terdampak di berbagai kecamatan. 

Mulai dari Adian Koting, Afulu, Alasa, Amandraya, Andam Dewi, Badiri, Barus, Gunungsitoli dan sekitarnya, sejumlah kecamatan di Nias, hingga Medan Amplas, Medan Polonia, Patumbak, Pandan, Sarudik, Sibolga, Sitahuis, Sitolu Ori, dan banyak kecamatan lainnya.

Beberapa daerah dengan dampak cukup besar antara lain Barus Utara (33,33 persen dari total site), Botomuzoi (33,33 persen), Mandrehe Barat (33,33 persen), Sidua’Ori (25 persen), Simangumban (25 persen), Somambawa (25 persen), hingga Tukka yang mencapai 35,71 persen dari total site eksisting.

Site-site telekomunikasi yang terdampak ini disebabkan oleh putusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi akibat cuaca yang buruk. Saat ini, operator seluler sedang berupaya untuk memulihkan site yang terdampak akibat terputusnya aliran listrik dari PLN dengan menggunakan genset sebagai catu daya alternatif sampai aliran listrik kembali normal.

Operator seluler juga telah berupaya untuk memulihkan site yang down dengan melakukan routing ke beberapa titik yang masih dapat terlayani dan saat ini masih dilakukan verifikasi untuk pengecekan lebih lanjut.