Automotive

Kisruh Lahan Pabrik di Subang Bikin BYD Buka Pabrik di Malaysia?

Bagja Pratama
Kisruh Lahan Pabrik di Subang Bikin BYD Buka Pabrik di Malaysia?

Uzone.id - Proses pembangunan pabrik BYD di Indonesia jadi cerminan buruknya iklim investasi di Tanah Air. Mulai dari pemalakan, sampai sengketa lahan pabrik BYD di Subang. 

Baru-baru ini terdapat kabar yang menyebutkan pembangunan Pabrik BYD dan VinFast di Indonesia berdiri di atas lahan pertanian. Pihak BYD pun turut menanggapi isu tersebut.



Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia mengatakan BYD mendirikan pabrik di Industrial Area, karena tidak mungkin akan mendapatkan izin kalau tidak sesuai aturan yang berlaku.

"Artinya, industrial area ini secara sah itu mereka ditetapkan sebagai usaha di industrial estate," jelas Luther.

Tak lama pasca kekisruhan lahan pabriknya tersebut di Indonesia, media Malaysia, The Straits Times, dikutip Uzone.id melaporkan BYD kembali mengekspansi bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. 

BYD akan mendirikan pabrik perakitan otomotif pertamanya di Malaysia di KLK TechPark, Tanjung Malim, Perak. 

Pabrik perakitan itu tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tapi juga mendukung transfer teknologi, meningkatkan keahlian dalam manufaktur EV, dan mendorong pertumbuhan industri pendukung.

"Kehadiran BYD di Perak diharapkan menjadi katalis bagi sektor kendaraan listrik (EV) Malaysia," ungkap KLK Land Sdn Bhd.

Kehadiran pabrik BYD di Malaysia dapat menimbulkan berbagai macam efek positif. Salah satunya memungkinkan perusahaan lokal untuk berpartisipasi dalam rantai pasokan EV global, yang selanjutnya akan memajukan posisi Malaysia di lanskap otomotif regional.

"Untuk mendukung visi tersebut, KLK TechPark, sebuah pusat industri terpadu seluas 607 hektar milik KLK Land, menyediakan infrastruktur dan ekosistem yang dibutuhkan untuk menarik investasi bernilai tinggi seperti BYD dan mempercepat perluasan basis manufaktur Perak," sebutnya.

Dilaporkan, BYD akan menempati lahan seluas 60,7 hektar. Tahap-tahap selanjutnya dirancang untuk menarik vendor dan bisnis yang dapat berkontribusi pada ekosistem otomotif yang lengkap dan kompetitif.

BYD menyebut, pabrik perakitan di Malaysia akan memulai produksi pada 2026 mendatang.

"Malaysia selalu menjadi salah satu pasar terpenting BYD di Asia Tenggara, dan pengumuman CKD dan (peluncuran) New BYD Seal ini menandai babak baru dalam perjalanan kami di sini," ujar Liu Xue Liang, manajer umum divisi penjualan otomotif BYD Asia-Pasifik seperti dikutip CNEV.

Di Asia Tenggara, pabrik BYD di Thailand sudah berproduksi pada Juli 2024. BYD juga sedang mendirikan pabrik di Indonesia, tepatnya di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, seluas 108 hektar. 

Pabrik itu bakal memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun. Selain itu, BYD juga berencana membangun pabrik di Kamboja.

Kemunculan pabrik BYD di Malaysia sendiri langsung memicu spekulasi liar. Indonesia dan Malaysia sendiri berdekatan, jadi untuk apa BYD membuat pabrik lagi di Malaysia untuk kawasan Asia Tenggara. 

Apalagi, kapasitas pabrik BYD di Indonesia rasanya masih cukup untuk mendistribusikan mobil-mobil BYD tidak hanya untuk domestik Indonesia, tapi juga Asia Tenggara, termasuk Malaysia.



Selain itu, rencana pengoperasian pabrik di Tahun 2026 juga berbarengan dengan Indonesia, sehingga banyak pihak beranggapan kalau dibukanya pabrik BYD di Malaysia merupakan respon pabrikan China ini atas bruknya iklim investasi di Indonesia.

Khusus untuk industri kendaraan listrik dan ekosistemnya, LG sudah menarik diri dari mega investasi di Indonesia. Apakah BYD juga akan melakukan langkah yang sama dan pindah ke Malaysia? Semoga saja tidak.