Kia Bakal Produksi Mobil Baru di Indonesia, Nebeng Sama Hyundai?
Uzone.id - Kia Sales Indonesia menjadi prinsipal baru yang memegang bisnis dan penjualan mobil mereka di Tanah Air. Dengan pembaruan ini, merek asal Korea Selatan itu akan memproduksi mobil mereka secara lokal.
Untuk mewujudkan ini, Kia akan memanfaatkan fasilita produksi milik Hyundai yang berlokasi di Greenland International Industrial Center, Cikarang, Jawa barat.
Langkah ini diambil untuk mempercepat proses lokalisasi produk di pasar otomotif Indonesia. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi percepatan penetrasi pasar setelah dikelola langsung oleh prinsipal di Indonesia.
Jong Sung Park selaku Chief Executive Operation Kia Sales Indonesia mengatakan fasilitas produksi Hyundai memiliki peran strategis dalam mendukung strategi jangka menengah mereka.
"Ya, kami akan menggunakan pabrik Hyundai. Fasilitas tersebut sangat berguna bagi kami," ujar Park di Jakarta, Rabu (14/1).
Park juga menjelaskan, lokalisasi di pabrik Hyundai difokuskan pada dua model MPV terlebih dahulu. Model pertama adalah MPV listrik yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2026.
Selain itu, Kia juga akan menggunakan fasilitas Hyundai untuk memproduksi mobil MPV 7-penumpang bermesin bensin sebagai model keduanya.
"Sejauh ini, kami memiliki dua model MPV yang akan diproduksi di pabrik Hyundai. Pertama MPV EV, kemudian MPV 7-seater dengan mesin konvensional," tukasnya.
Pasti banyak yang bertanya kenapa Kia bisa menggunakan pabrik milik Hyundai. Jawabannya dikarenakan Kia dan Hyundai berada dalam satu grup industri otomoif global yang sama yakni Hyundai Motor Group.
Dalam struktur tersebut, Kia beroperasi sebagai merek independen, namun berbagi teknologi, platform, serta infrastruktur manufaktur dengan Hyundai di beberapa negara seperti di Thailand dan Malaysia.
Sayangnya belum banyak yang dijelaskan oleh pihak Kia mengenai dua mobil MPV yang akan dirakit secara lokal.
Bayu Riyanto selaku Managing Director Kia Sales Indonesia menyebutkan kalau keduanya dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar Indonesia yang menyukai kendaraan kapasitas 7-penumpang.
Bahkan Bayu juga mengatakan model yang dikembangkan di Indonesia memiliki peluang untuk dipasarkan di negara lain alias ekspor di masa mendatang.
"Kami masih mengkalkulasi dan melihat perkembangan pasar. Untuk sekarang masih bersifat rahasia. Yang pasti MPV elektrik lebih dulu, lalu disusul MPV konvensional," jelas Bayu,.
Besar kemungkinan adanya perakitan mobil Kia di dalam negeri dapat berdampak pada harga produk yang lebih kompetitif. Terlebih di kendaraan listrik saat ini persaingannya semakin ketat.