Kesan Pertama Jajal Motorola Signature: Tipis, Spek 'Rata Kanan'
Uzone.id - Motorola sepertinya kian serius di pasar smartphone Indonesia. Tak main aman dengan jualan kelas mid-range saja, pabrikan yang berada di bawah naungan Lenovo itu justru mulai rilis smartphone flagship, yang terbaru ada Motorola Signature dengan harga Rp13,9 jutaan.
Signature merupakan penamaan yang benar-benar baru. Kalau kata Head of Marketing Motorola Indonesia, Miranda Warokka, nama ini erat kaitannya dengan sebuah statement atau pernyataan langsung dari Motorola soal inovasi dalam sebuah genggaman.
“Signature itu sebuah statement, pernyataan diri soal inovasi. Ini lebih dari sekadar flagship, karena Motorola Signature membawa standar tinggi, terutama di sektor kamera,” ujar Miranda Warokka, Head of Marketing Motorola Indonesia, dalam sesi hands-on beberapa waktu lalu.
Memang, ketika menggenggam ponsel ini untuk kali pertama, rasanya jauh berbeda dengan Motorola Edge 60 Fusion maupun Edge 60 Pro yang sempat kami coba. Rasanya mewah, enteng, berkelas, dan bawa semua spesifikasi yang dibutuhkan pengguna—dari prosesor, baterai, sampai ke kamera.
Dari segi desain, Motorola masih mempertahankan bahasa desain khas seperti seri G maupun Edge. Namun, yang namanya juga versi flagship, rancangannya tentu dibuat lebih matang.
Motorola Signature punya dua opsi warna yang agak sulit dikatakan, tapi terlihat cantik saat dipandang. Ada Martini Olive yang lebih mirip warna hijau atau khaki yang dibuat agak gelap. Ketika digenggam, tekstur bodinya terasa seperti anyaman kain yang terasa empuk, jadinya nyaman banget saat digenggam.
Ada warna lain, yakni Carbon. Warna ini lebih aman, warnanya cenderung seperti abu-abu gelap yang bodinya punya tekstur mirip linen. Karena sudah mengantongi IP68 dan IP69, kalaupun bodinya kotor, kalian tinggal basuh dan lap saja pakai air.
Sasis Motorola Signature dibuat dari material aluminium. Jaminan tahan banting diberikan oleh Motorola, lantaran ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi militer bernomor MIL-STD 810H.
Di depan pun, Motorola berikan proteksi maksimal dengan lapisan kaca Gorilla Glass Victus 2 dari Corning. Lapisan ini melindungi layar melengkung nan bezel-less seluas 6,8 inci. Layar LTPO ini punya kedalaman warna 10-bit atau 1 miliar warna, serta dukung Dolby Vision dan HDR10+.
Bukan saja resolusinya tinggi 1.264 x 2.780 piksel, juga mampu memancarkan tingkat kecerahan sampai 6.200 nits. Plus, layarnya sudah mendukung refresh rate 165Hz.
Bicara tiap sisi bodinya, di sisi kiri ada tombol khusus untuk mengakses asisten AI. Di sisi kanan, ada tombol Power dan Volume, dan di sisi bawah terdapat speaker, mikrofon, port USB-C, dan slot SIM. Ponsel ini juga dukung speaker stereo dengan lubang speaker tambahan di sisi atas bodi.
Ditenagai Snapdragon 8 Gen 5
Motorola Signature jadi smartphone kedua setelah iQOO 15R yang ditenagai Snapdragon 8 Gen 5. Ingat, ini bukan versi Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang jadi kasta tertinggi dari Qualcomm, meski secara performa tetap masuk ke kelas flagship.
Secara teknis, Snapdragon 8 Gen 5 memang menggunakan core Oryon V3 Phoenix L untuk performance-core dan Phoenix M untuk efficiency-core, sama halnya Snapdragon 8 Elite Gen 5. Bedanya ada pada clock-speed yang ‘berlari’ di 2x pada 3,8 GHz dan 6x pada 3,32 GHz, jauh tertinggal dari versi Elite.
Untuk mendampinginya, Motorola benamkan RAM LPDDR5X dan memori internal UFS 4.1. Di pasar global, ada varian tertinggi dengan RAM 16 GB dan memori 1 TB. Tapi di Indonesia, cuma 12/256 GB saja.
Sektor baterai yang menarik. Motorola Signature ditopang baterai 5.200 mAh, baterai berjenis silicon-carbon (Si/C) yang berhasil dijejalkan pada bodi setipis 6,99 mm. Bobot ponsel ini juga hanya 186 gram, sehingga memang ponsel ini enak banget buat digenggam dan dibawa ke manapun.
Untuk urusan isi daya, smartphone ini disokong fast charging 90W TurboPower yang pada dasarnya menggunakan standar USB PD. Ponsel ini juga dukung wireless charging 50W, reverse wireless 10W, serta reverse charging 5W.
Motorola Signature sudah berjalan di atas sistem operasi Android 16 dengan balutan antarmuka Hello UI. Motorola berani memberikan janji super panjang, update OS utama hingga tujuh tahun.
Semua kamera beresolusi 50 MP
Motorola Signature bawa kamera yang mentereng, bahkan mendapatkan predikat ‘Gold’ dari situs DxOMark. Smartphone ini mengusung format empat kamera (tiga di belakang, satu di depan) yang semuanya punya resolusi 50 MP dan sudah dibekali fitur autofocus.
Kamera belakangnya mengandalkan sensor Sony LYT-828 berukuran 1/1.28 inci. Dipadukan dengan lensa dengan focal length setara 24mm dan bukaan f/1.6 yang besar, serta dukungan OIS. Berbekal Snapdragon 8 Gen 5 juga, kamera ini sanggup merekam video 8K pada 30 FPS.
Menemani kamera utama, ada lensa telephoto yang ditenagai sensor Sony LYT-600 beresolusi 50 MP. Lensa ini punya jangkauan optical zoom 3x dan sudah dilengkapi OIS. Sama seperti kamera utamanya, lensa telephoto ini juga mendukung perekaman video 8K.
Buat yang hobi foto lanskap atau group selfie bareng teman-teman, kamera ultrawide di HP ini punya sudut pandang lebar dengan focal length setara 12mm. Sensor yang dipakai adalah Samsung ISOCELL JNS—versi upgrade dari JN1 dan sudah didukung PDAF.
Terakhir, urusan selfie diserahkan pada kamera depan 50 MP bersensor Sony LYT-500. Lensanya juga sudah mendukung autofokus, biar wajah pengguna selalu fokus.
Harga dan ketersediaan
Di pasar Indonesia, Motorola Signature hanya dipasarkan dalam satu varian memori, yakni RAM 12 GB dengan penyimpanan internal 256 GB. Ponsel flagship ini dibanderol dengan harga resmi Rp12.999.000, sekaligus membuatnya jadi smartphone paling mahal Motorola yang ada di Indonesia.
Konsumen sudah bisa membelinya secara resmi mulai tanggal 24 April mendatang dengan harga promo Rp11.999.000. Motorola juga sediakan berbagai bonus, mulai dari cicilan 0 persen, bundling dengan operator XL, serta benefit dari Vision+, DMS+, Motion Play, dan Mister Aladin.