Automotive

Kenapa Motor Tak Disarankan untuk Mudik? Ini Faktanya

Brian Priambudi
Kenapa Motor Tak Disarankan untuk Mudik? Ini Faktanya

Uzone.id - Mudik memang sudah jadi tradisi tahunan yang melibatkan jutaan warga Indonesia, meski demikian masih ada transportasi yang kerap diandalkan meskipun membahayakan dan selalu menjadi kekhawatiran yaitu sepeda motor. Kira-kira apa alasannya motor dilarang untuk digunakan mudik?

Pemerintah dan sejumlah pihak berwenang sudah berulang kali mengimbau masyarakat agar mempertimbangkan ulang penggunaan sepeda motor untuk mudik karena dinilai membahayakan.

Termasuk Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, yang memiliki pandangan kalau sepeda motor tidak dirancang untuk menempuh perjalanan panjang. Alasannya karena potensi kecelakaan sangatlah tinggi.

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, bahkan dengan tegas menyampaikan kalau sepeda motor rentan untuk perjalanan jarak jauh karena tubuh penggunanya tidak terlindungi.




“Sepeda motor hanya diperuntukkan untuk dua penumpang. Kendaraan ini sangat rentan karena tubuh pengendara tidak dilindungi oleh bagian kendaraan tersebut," ujar Djoko dalam keterangannya.

Ditambah lagi kondisi jalan raya pada saat mudik Lebaran 2026 yang memiliki volume kendaraan tinggi, membuat durasi perjalanan menjadi lebih panjang dari saat normal.

Volume kendaraan yang lebih tinggi hingga membuat kemacetan dan durasi perjalanan semakin panjang tentu berpengaruh terhadap risiko terjadinya kelelahan hingga kecelakaan.





1. Tingkat kecelakaan tinggi

Menurut data resmi dari Korlantas Polri, insiden kecelakaan lalu lintas selama periode mudik didominasi oleh kendaraan roda dua.

Risiko kecelakaan sepeda motor jauh lebih tinggi, terutama ketika pengendara dipaksa menempuh jarak jauh dalam kondisi fisik yang sudah lelah.

2. Kurang aman untuk perjalanan jarak jauh

Sepeda motor, secara fundamental, tidak didesain untuk bepergian dalam jarak yang sangat jauh, apalagi jika digunakan untuk membawa penumpang melebihi batas atau membawa muatan berlebih.




Kombinasi antara kelelahan pengemudi, perubahan kondisi cuaca yang ekstrem, dan variasi kondisi jalan menjadikan perjalanan motor saat mudik sangat berbahaya.

3. Tidak adanya perangkat keselamatan

Tidak seperti mobil pribadi atau layanan transportasi massal, pengendara dan penumpang sepeda motor tidak memiliki perlindungan yang memadai dari terpaan cuaca seperti panas menyengat, hujan deras, atau angin kencang.

Lebih lanjut, posisi duduk yang kurang ergonomis mempercepat datangnya kelelahan, yang secara langsung berimbas pada penurunan konsentrasi saat mengemudi.





4. Sering digunakan lebih dari dua orang

Nah buat pemudik berkeluarga lebih dari dua orang, tentu sepeda motor menjadi tidak cocok untuk digunakan dalam perjalanan ke kampung halaman.

Pasalnya banyak, fenomena pemudik motor yang melanggar aturan kapasitas kendaraan—seperti membawa lebih dari satu penumpang atau memuat barang bawaan secara berlebihan—adalah hal yang sering terlihat.




Tindakan ini tidak hanya melanggar peraturan lalu lintas, tetapi juga secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan.

Oleh karena itu, sebagai alternatif yang jauh lebih aman dan nyaman, pemerintah telah menginisiasi dan menyediakan beragam pilihan transportasi bagi pemudik.

Moda transportasi seperti bus, kereta api, serta program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta, diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih baik bagi masyarakat.