Kemenperin Nonaktifkan Situs Sementara Akibat Celah PHP2Shell
Highlight Artikel
- Kemenperin menonaktifkan situs resminya, termasuk portal TKDN, akibat kerentanan PHP2Shell.
- Penutupan sementara layanan digital Kemenperin dijadwalkan berlangsung dari 22 hingga 25 Oktober 2026.
- Celah keamanan PHP2Shell (CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619) memiliki tingkat keparahan 9,2 dari 10.
- BSSN merekomendasikan pembaruan PHP ke versi aman dan langkah mitigasi lainnya untuk mencegah eksploitasi.
Daftar Isi
Uzone.id - Situs web resmi milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) beserta deretan layanan digitalnya, termasuk portal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), saat ini sedang dinonaktifkan untuk sementara waktu.
Melalui pengumuman di akun media sosial resminya, Kemenperin menyebut, hal ini dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko keamanan siber akibat kerentanan PHP2Shell.
Penonaktifan Layanan Digital Kemenperin
Beberapa akses utama yang ikut dipadamkan antara lain Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), laman resmi Kemenperin, hingga seluruh domain kemenperin.go.id.
Proses shut down sementara ini dijadwalkan berlangsung sejak Kamis (22/10) jam 22.00 WIB sampai Minggu (25/10). Berdasarkan pantauan pada Sabtu (24/10), portal TKDN di tkdn.kemenperin.go.id memang belum bisa dibuka sama sekali.
Saat URL dibuka melalui peramban (browser), halaman tersebut menampilkan pesan “This site can’t be reached”. Padahal, situs TKDN punya peran penting sebagai sarana pengecekan deretan produk elektronik yang resmi terdaftar dalam sistem Tingkat Komponen Dalam Negeri.
Lewat basis data tersebut, publik dapat dengan mudah mencari rincian gadget yang beredar di Indonesia, seperti ponsel, tablet, sampai laptop.
Beragam detail ditampilkan di sana, mulai dari identitas produsen, tipe/nomor model, dukungan jaringan, hingga nilai persentase TKDN-nya.
Portal ini kerap jadi patokan utama untuk memantau status pendaftaran perangkat elektronik yang siap atau berpotensi dijual di Tanah Air. Karena situsnya sedang dimatikan sementara, publik harus bersabar dan belum bisa mengecek data apapun sampai sistemnya kembali beroperasi.
Dipicu Kerentanan Celah Kritis PHP2Shell
Keputusan Kemenperin untuk memadamkan sementara layanannya bermula dari munculnya ancaman dua celah keamanan tingkat tinggi pada sistem PHP, yang dikenal dengan sebutan PHP2Shell.
Dua bug berbahaya tersebut terdaftar secara resmi dengan identifikasi CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619.
Meskipun sudah terdeteksi sejak Agustus, kerentanan ini baru diumumkan ke publik pada 20 Oktober 2026 dan tergolong sangat berbahaya dengan skor keparahan mencapai 9,2 dari 10.
Sekadar informasi, PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa pemrograman server-side yang populer dipakai untuk membangun web dinamis.
Adanya celah ini bikin peretas berpeluang mengeksekusi kode jahat secara jarak jauh pada server yang terdampak.
Efeknya fatal jika berhasil dieksploitasi: mulai dari kelumpuhan layanan, kebocoran data rahasia, sampai pengambilalihan kontrol penuh atas sistem.
Fenomena Global di Berbagai Negara
Langkah antisipasi seperti yang diambil Kemenperin ternyata juga dilakukan oleh banyak institusi internasional lainnya. Sejumlah negara dan organisasi global turut menonaktifkan portal publik mereka guna membendung potensi serangan PHP2Shell.
Situs-situs instansi pemerintah Nepal berkekuatan domain .gov.np, seperti Kantor Presiden, Kantor PM, kementerian, hingga pemerintah daerah setempat, dilaporkan serentak tumbang.
Hal senada dilakukan Finlandia yang menutup sementara layanan web publiknya. Di Belanda, badan keamanan siber setempat juga memilih menonaktifkan situsnya untuk menghindari risiko.
Sementara di Inggris, layanan situs Dewan Kota Edinburgh beserta beberapa kanal portal BBC ikut dipadamkan sementara.
Meskipun demikian, dimatikkannya situs-situs tersebut bukan menandakan bahwa mereka telah berhasil diretas. Tindakan ini murni pencegahan proaktif sembari pengelola mengecek infrastruktur dan menerapkan patch keamanan terbaru.
Di dalam negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah menerbitkan peringatan keamanan resmi terkait risiko dua celah PHP2Shell ini. BSSN meminta para administrator situs segera meng-update versi PHP mereka ke rilis aman terbaru, yaitu PHP 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, atau 8.2.35.
Pengkinian ini wajib mencakup seluruh komponen lingkungan PHP yang aktif, termasuk PHP-FPM, Apache mod_php, maupun php-cgi. Proses restart sistem juga perlu dilakukan pasca-pembaruan agar patch keamanan bekerja secara optimal.
Bagi situs yang belum bisa melakukan pembaruan versi dalam waktu dekat, BSSN menyarankan agar akses jaringan ke server terdampak dibatasi atau mengisolasi layanan yang terhubung langsung ke internet.
FAQ Artikel
Mengapa situs Kemenperin dinonaktifkan sementara?
Situs Kemenperin dinonaktifkan sebagai langkah mitigasi risiko keamanan siber akibat kerentanan PHP2Shell.
Layanan apa saja yang terdampak oleh penonaktifan ini?
Beberapa akses utama yang dipadamkan antara lain Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), laman resmi Kemenperin, dan seluruh domain kemenperin.go.id, termasuk portal TKDN.
Berapa lama penonaktifan situs Kemenperin dijadwalkan berlangsung?
Proses shut down sementara ini dijadwalkan berlangsung sejak Kamis (22/10/2026) jam 22.00 WIB sampai Minggu (25/10/2026).
Apa itu kerentanan PHP2Shell?
PHP2Shell adalah ancaman dua celah keamanan tingkat tinggi pada sistem PHP (CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619) dengan skor keparahan 9,2 dari 10, yang memungkinkan peretas mengeksekusi kode jahat secara jarak jauh.
Bagaimana rekomendasi BSSN terkait kerentanan PHP2Shell?
BSSN meminta administrator situs untuk segera meng-update versi PHP mereka ke rilis aman terbaru (PHP 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, atau 8.2.35) dan melakukan restart sistem. Jika pembaruan tidak mungkin, disarankan membatasi akses jaringan atau mengisolasi layanan.