Keamanan Siber Indonesia Jeblok, Kalah Jauh dari Malaysia
Uzone.id — Peringkat keamanan
siber di Indonesia semakin anjlok di tahun 2025 ini. Hal ini dibuktikan dalam
ranking NCSI atau National Cyber Security Index yang mencatat penurunan tajam
skor Indonesia dibandingkan negara lain.
“Skor National Cyber Security Index (NCSI) Indonesia tahun
ambles dari 48 ke 84 di tahun 2025. Di bawah Singapura, Malaysia dan Filipina,”
kata Alfons Tanujaya, pakar siber dari Vaksinkom dalam keterangan resmi yang
diterima Uzone.id, Rabu, (21/01).
Indonesia berada di peringkat yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, khususnya Singapura yang saat ini berada di peringkat 26.
“Dibandingkan negara lain di ASEAN, posisi Indonesia paling
bontot, di bawah Singapura, Malaysia dan Filipina,” tambahnya.
Saat ini, Indonesia memiliki skor sebesar 47.50 poin dari
100 poin, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang menyentuh angka 63.64
poin. Sementara negara tetangga Malaysia berada di posisi ke 50 dengan skor
72.50 poin.
Melihat penurunan yang cukup tajam tersebut
menunjukkan keamanan siber Indonesia yang juga semakin lemah. Padahal, di tahun
2024 lalu, Global Cyber Indeks (GCI) milik Indonesia termasuk dalam Tier 1 dan
menjadi role model untuk negara lain.
Namun, Alfons menjelaskan bahwa GCI dan NCSI merupakan lembaga yang berbeda sehingga penilaian yang diberikan pun berbeda.
“Kita juga tidak bisa langsung membandingkan tantangan yang
dihadapi Indonesia dengan Singapura, Malaysia. Banyaknya jumlah pengguna,
distribusi geografis, tantangan demografis Indonesia jauh lebih besar dari
negara manapun di ASEAN,” tambahnya.
Terlepas dari itu, Indonesia sendiri mencatat angka serangan
siber yang cukup tinggi dibandingkan negara lain. Kaspersky mencatat sebanyak
20 juta serangan dari berbagai sumber online yang ditujukan ke pengguna RI
selama paruh awal 2025.
Tak hanya itu, berdasarkan Cisco Cybersecurity Readiness
Index, selama setahun terakhir, sebanyak 91 persen perusahaan di Tanah Air
mengalami masalah keamanan siber.
Indonesia juga menjadi negara yang menjadi sumber serangan
siber nomor satu di dunia. Dalam laporan Cloudflare, tercatat bahwa Indonesia
menempati posisi pertama sebagai sumber serangan DDoS terbesar di dunia,
bersama dengan Thailand, Bangladesh, Ekuador dan Rusia yang berada di posisi 5
teratas.