Kata Komdigi Soal Dugaan Bayar Sewa Internet Gratis Starlink
Uzone.id — Kementerian
Komunikasi dan Digital (Komdigi) menanggapi kabar adanya pungutan liar pada
layanan gratis internet Starlink di wilayah terdampak bencana banjir Aceh dan
Sumatra.
Dalam keterangan tertulis, Kamis, (05/12), Pranata Humas
Ahli Madya Komdigi RI, Wiaji Cahyaningrum menegaskan kalau akses internet
Starlink tidak dipungut biaya apapun alias gratis.
“Kami menegaskan kembali bahwa akses jaringan internet lewat Starlink di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh adalah gratis, tanpa pungutan biaya, baik untuk posko maupun fasilitas publik,” kata Wiaji.
Wiaji mengatakan bahwa sesuai dengan pengumuman Elon Musk,
layanan tersebut digratiskan selama satu bulan atau hingga akhir Desember 2025
mendatang di kawasan Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Saat ini, Komdigi sendiri sudah menyalurkan 32 unit
perangkat Starlink untuk mendukung layanna komunikasi di daerah yang mengalami
kerusakan infrastruktur jaringan. Perangkat ini diberikan kepada BPBD Sumatra
Barat dan bisa digunakan oleh masyarakat setempat tanpa harus membayar sewa
atau layanan.
Setelah masa tanggap darurat berakhir, kebijakan penggunaan
internet Starlink ini akan disesuaikan dengan kondisi daerah, termasuk
kemungkinan untuk digunakan secara komersial.
Setiap perangkat Starlink sendiri diklaim bisa menjangkau
jarak hingga 1 kilometer dan bisa digunakan hingga 60 pengguna secara
bersamaan.
Sebelumnya, Starlink telah bekerja sama dengan pemerintah
Indonesia untuk segera mendistribusikan terminal dan memulihkan konektivitas di
wilayah-wilayah yang paling parah terdampak di wilayah Sumatera.
Untuk mendapatkan layanan internet gratis Starlink ini, pengguna bisa langsung melihat kredit yang ditampilkan melalui tab penagihan di akun masing-masing.
Untuk pengguna yang sudah menjadi pelanggan aktif, mereka
tidak perlu melakukan tindakan apapun karena kredit layanan internet gratis
akan secara otomatis diterapkan ke akun masing-masing.
Sementara untuk pengguna yang akunnya sedang terkena suspend
atau ditangguhkan secara sementara, Starlink akan kembali mengaktifkannya dan
langsung menerapkan kredit layanan gratis selama periode yang telah
diberlakukan.
Kemudian, bagi pelanggan baru di wilayah yang terdampak,
Starlink juga akan menyediakan layanan gratis setelah pengguna membeli dan
mengaktifkan layanan.
Beralih ke pemulihan infrastruktur jaringan, per Rabu,
(03/12), Komdigi menjelaskan bahwa 51 persen dari 3.414 BTS yang ada di Aceh
masih mengalami kendala. Namun, proses pemulihan terus dilakukan secara
bertahap sesuai kondisi lapangan.
Proses pemulihan telekomunikasi ini sangat bergantung pada
ketersediaan listrik dimana sebagian besar BTS tidak dapat berfungsi
dikarenakan aliran listrik yang terputus.
Adanya uji coba pemberian listrik pada sejumlah jaringan
transmisi di Lhokseumawe diharapkan bisa menjadi titik awal pemulihan yang
lebih luas di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie.