Karyawan Induk Snapchat Jadi Korban AI Juga, 1.000 Orang Kena PHK
Uzone.id —
Karyawan-karyawan di perusahaan induk Snapchat, Snap tak luput dari strategi
perusahaan untuk mengadopsi teknologi AI di platformnya.
Dalam laporan terbaru Reuters, Kamis, (16/04), Snap disebut
akan memberhentikan sekitar 1.000 karyawan atau sekitar 16 persen dari karyawan
full-time mereka. Tak hanya merumahkan karyawan, Snap juga melakukan
penutupan lebih dari 300 lowongan pekerjaan.
Seperti alasan-alasan raksasa teknologi lainnya, Snap turut
beralih ke tim yang lebih ramping seiring dengan percepatan adopsi AI dalam
perampingan operasional.
Kabar sedih ini dilakukan beberapa minggu setelah Irenic Capital Management mendesak induk perusahaan Snapchat untuk mengoptimalkan portofolio mereka dan meningkatkan kinerja.
Di tengah desakan tersebut, Snap terus melakukan kemajuan di
bidang kecerdasan buatan (AI) mereka, dimana ini bertujuan agar mereka bisa
beroperasi lebih efisien dengan tim yang lebih ramping.
Dalam klaimnya, adopsi AI tersebut berhasil menghasilkan
lebih dari 65 persen kode baru, sementara tugas-tugas yang lebih kritis
ditangani oleh tim khusus dan agen AI.
Saat ini, Snap memiliki sekitar 5.261 karyawan tetap pada
akhir Desember 2025 dan dengan adanya pemangkasan ini, mereka berharap bisa
menurunkan biaya tahunan sebesar lebih dari USD500 juta pada paruh kedua tahun
ini.
Snap menjadi raksasa selanjutnya yang melakukan pemangkasan karyawan gara-gara AI, salah satu yang sudah melakukan perampingan karena AI ini adalah Meta.
Sebanyak 200 karyawan dari berbagai divisi, mulai dari
divisi perekrutan, sales, operasional, dan divisi Reality Labs di wilayah
Silicon Valley disebut dirumahkan oleh Meta.
Pemangkasan ini disebut sebagai bagian dari organisasi
besar-besaran yang sedang dilakukan oleh perusahaan. Perwakilan Meta juga
menyebut bahwa pihaknya akan membantu para karyawan yang terdampak untuk
mendapat peluang lain.
“Tim-tim di seluruh Meta secara rutin melakukan
restrukturisasi atau menerapkan perubahan untuk memastikan mereka berada dalam
posisi terbaik guna mencapai tujuannya. Perusahaan juga akan berupaya mencari
peluang lain bagi karyawan yang posisinya mungkin terdampak,” kata perwakilan
Meta, dikutip dari NBC News.
Masih sama seperti alasan-alasan dari raksasa teknologi
lainnya, pemangkasan Meta ini juga masih berkaitan dengan ambisi mereka dalam
hal AI. Mark Zuckerberg memang sedang gencar meningkatkan investasi perusahaan
di bidang kecerdasan buatan (AI).
Agar ambisi tersebut tercapai, Meta akhirnya harus
mengorbankan karyawan mereka dan memindahkan dana perusahaan ke AI.