Kaleidoskop 2025: Tahunnya Brand HP Lama ‘Bangkit dari Kubur’
Uzone.id - Sepanjang tahun 2025, ada beberapa brand smartphone yang comeback ke pasar tanah air. Ada Motorola yang sudah lama vakum, akhirnya kembali bersaing di Indonesia. Ada juga Nubia yang membawa jajaran smartphone gaming-nya ke dalam negeri, hingga Honor yang rilis deretan ponsel AI-nya ke Indonesia.
Motorola misalnya. Terakhir kali berjualan di Indonesia sekitar tahun 2017 silam, dan kalian pasti ingat dengan jajaran Z Series-nya yang mengusung konsep modular lewat ‘Moto Mods’.
Di tahun ini, Motorola masuk lagi ke Indonesia dengan merilis sejumlah produk baru. Debut perdananya lagi di Indonesia ditandai dengan rilisnya Moto G45 5G yang mendapat respon positif.
Tak berhenti, Motorola pun terus merilis rangkaian perangkat baru, dari Motorola Edge 60 Fusion dan 60 Pro, kemudian jajaran G Series yang mengandalkan baterai besar seperti G08 Power, G86 Power, G67 Power, dan terbaru G57 Power, hingga trio tablet Moto Pad 60 Series.
Di Indonesia, Motorola tawarkan nilai jual yang unik di kelas menengah, yakni integrasi teknologi AI, sistem operasi bersih ala-ala Android murni, hingga ciri khas desain berbeda berkat warna hasil kolaborasi perusahaan dengan Pantone.
Nubia bawa HP gaming murah 'rasa' flagship
Kemudian ada Nubia yang sebenarnya sudah mulai mencuri start sejak pertengahan 2024, namun kian agresif di tahun 2025. Awalnya, Nubia menyasar segmen entry dengan menghadirkan V Series, seperti V60 dan V60 Design, V70, V70 Max, dan V70 Design.
Nubia juga tawarkan ponsel murah untuk orang-orang yang hanya membutuhkan kualitas kamera mumpuni, seperti Nubia Focus Pro dan Focus 2. Atau, Nubia Music yang unggulkan sistem speaker besar dengan suara yang jauh lebih lantang di kelasnya.
Seolah tak ingin kehilangan jati dirinya sebagai ‘brand gaming’, brand yang berada di bawah bendera ZTE itupun rilis smartphone gaming ramah kantong lewat seri Nubia Neo. Terbaru, ada Nubia Neo 3 dan Nubia Neo 3 GT.
Dua ponsel ini menarik, lantaran bawa fitur yang umumnya ada di smartphone gaming premium, yakni tombol trigger pada tepian bodinya. Fitur ini memudahkan kontrol bagi gamer, khususnya mereka yang menggemari game FPS atau kompetitif lainnya.
Namun, di akhir tahun ini Nubia juga mulai fokus ke segmen flagship. Beberapa waktu lalu, Nubia kasih tanda bakal meluncurkan kembali smartphone gaming premium mereka, Redmagic ke Indonesia.
“Karena masih ada satu kekuatan lagi, sesuatu yang dirancang untuk membantu para gamer menjadi pemenang. Bisakah Anda menebak apa selanjutnya?” tanya Zhuang Yongke, Country Manager Nubia Indonesia, saat itu.
Janji perusahaan asal China itupun terbukti. Ponsel terbarunya, Nubia Redmagic 11 Pro, sudah mengantongi dua izin penting sebelum bisa dijual di Indonesia, yakni TKDN dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) serta Postel dari Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dari postingan Instagram resminya, Redmagic 11 Pro akan melenggang resmi di Indonesia pada 8 Januari 2026 mendatang.
Honor lebih serius di Indonesia
Honor mungkin yang paling agresif melakukan ekspansi tahun ini di Indonesia. Setelah sempat pada 2019, Honor kembali resmi beroperasi di Indonesia sejak Februari 2025 dengan strategi yang benar-benar baru.
Bukan sekadar ‘tes pasar’ dengan menghadirkan HP murah. Honor malah langsung merilis smartphone lipat tercanggihnya saat itu, Honor Magic V3.
Di saat yang sama, pabrikan asal China ini juga merilis beberapa produk lainnya, dari Honor 200 Pro, Honor X9c, Honor Pad 9 dan Honor Pad X8a, hingga laptop tipis Honor MagicBook Art 14.
Tak berhenti, di kuartal kedua, Honor juga menghadirkan Honor 400 dan 400 Lite di Indonesia. Disusul juga dnegan Honor Pad 10, Honor Pad X9a, dan Honor Pad X7.
Nilai jual utama produknya ada pada fitur AI yang mereka sebut human-centric. Ada beberapa fitur yang dihadirkan, seperti Magic Portal untuk drag-and-drop antar aplikasi, AI Eraser 2.0 dan AI Outpainting untuk editing foto, AI Translate, dan sebagainya.
Bukan cuma produk, Honor juga membangun jaringan ritel mereka di Indonesia. Mereka membuka Honor Experience Store di lokasi-lokasi premium seperti Gandaria City, Bintaro XChange, hingga Surabaya, dengan konsep yang dibuat one-stop solution—konsumen bisa menjajal produk, membeli, sekaligus mendapatkan layanan servis resmi di satu tempat.
Honor juga menyiapkan 12 Authorized Service Center dan layanan Postal Service (servis via pos) untuk menjangkau pengguna yang lokasi rumahnya jauh dari pusat servis.
“Kehadiran Honor Experience Store di pusat-pusat aktivitas masyarakat membantu mendorong visibilitas brand, meningkatkan kesempatan mencoba produk, dan memperkuat kepercayaan konsumen”, ungkap Justin Li, President of Honor South Pacific.