Telco

Kaleidoskop 2025: Dirut Perempuan Telkom, hingga Internet 'Murah'

Aisyah Banowati
Kaleidoskop 2025: Dirut Perempuan Telkom, hingga Internet 'Murah'

Uzone.id – Industri telekomunikasi Tanah Air banyak mencatatkan sejarah baru di tahun ini. Misalnya saja, pada Mei lalu, Telkom mengumumkan Dian Siswarini sebagai Direktur Utama Telkom yang baru.

Hal tersebut merupakan sebuah tonggak baru di mana untuk pertama kalinya posisi tersebut diisi oleh perempuan. Kemudian, ada peresmian merger antara PT XL Axiata, PT Smartfren Telecom, dan PT Smart Telecom.

Dan yang sampai saat ini masih jadi perhatian publik adalah bencana banjir di Sumatra yang sempat memutus akses internet di sejumlah wilayah.

Nah, melalui artikel ini, kami akan merangkum peristiwa yang menjadi perhatian di industri Telekomunikasi sepanjang tahun 2025. Berikut di antaranya.




XL Axiata dan Smartfren resmi merger

Pasca-merger PT XL Axiata dan Smartfren di bulan Maret, entitas XLSmart menetapkan susunan pengurus baru. Keputusan ini diambil melalui RUPSLB yang secara resmi mengumumkan perubahan jajaran Direksi Perseroan untuk mendukung operasional perusahaan ke depan, Selasa (12/8).

Hasil dari rapat tersebut menyepakati pengangkatan Sanjay Gordhan A Vaghasia sebagai Direktur Perseroan XLSmart. Sosoknya dipercaya akan menjadi kekuatan baru bagi XLSmart untuk memastikan integrasi pasca merger akan berjalan efektif.

Jabatan tersebut juga akan langsung efektif hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun buku 2029 mendatang.

Dian Siswarini menjabat sebagai Dirut baru Telkom

Telkom Indonesia secara resmi menunjuk Dian Siswarini sebagai Direktur Utama lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Baru (RUPST) 2025 yang digelar pada, Selasa (27/5).

Dian Siswarini resmi menggantikan posisi Ririek Adriansyah sebagai Direktur Utama Telkom Indonesia yang sudah menjabat semenjak tahun 2019 lalu, tepatnya selama 2 periode.

Penunjukkan Dian Siswarini sebagai Direktur Utama Telkom juga dibarengi dengan perubahan posisi dan nama-nama baru dalam jajaran komisaris dan direksi Telkom Indonesia.



Internet Rakyat: 5G Unlimited hanya Rp100 ribu

Layanan Internet Rakyat lahir dari kebutuhan akan akses internet yang bukan hanya cepat tetapi juga murah. Untuk menyediakan akses broadband 5G yang lebih terjangkau, layanan Internet Rakyat memanfaatkan teknologi nirkabel 5G FWA berbasis Open Radio Access Network (Open RAN) yang beroperasi pada frekuensi 1,4 GHz.

Saat ini, Internet Rakyat tersedia dalam satu paket WiFi seharga Rp100.000 per bulan. Paket ini mencakup layanan 5G dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan kuota unlimited. Menariknya, tersedia pula promo gratis sewa modem serta gratis biaya langganan untuk bulan pertama penggunaan.

Rencana face recognition SIM card

Transformasi digital di sektor telekomunikasi berlanjut dengan rencana Komdigi menerapkan teknologi pengenalan wajah untuk registrasi kartu SIM serta eSIM.

Inisiatif ini kemudian mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari para operator seluler serta pihak ATSI guna menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih aman.

Sejalan dengan rencana tersebut, para operator seluler di Indonesia telah memulai uji coba teknologi face recognition untuk layanan eSIM.

Melalui tahapan ini, operator menunjukkan kesiapan teknologi serta infrastruktur dalam mendukung sistem registrasi biometrik yang lebih aman dan praktis bagi pengguna.



Sumatra ‘padam’ internet

Banjir dan longsor yang melanda Sumatra Barat membuat layanan internet di lokasi tersebut mengalami gangguan internet. Laporan pertama Komdigi menyebutkan ada 16 site atau sekitar 0.12 persen dari total 12.865 site eksisting di Provinsi Sumatera Barat yang terpantau mengalami gangguan.

Dalam laporan tersebut, Komdigi menyebutkan jika penyebab utama gangguan tersebut meliputi tiga faktor, yakni padamnya aliran listrik PLN, gangguan transmisi, serta kerusakan perangkat keras (hardware).

Berbagai bantuan mulai mengalir ke wilayah Sumatra, termasuk dukungan dari Starlink yang menyediakan layanan internet gratis bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor. Sejalan dengan itu, Komdigi turut mengerahkan satelit Satria-1 untuk mempercepat pemulihan akses komunikasi di area bencana.

Di sisi lain, para operator seluler juga terus menyalurkan bantuan berupa paket internet gratis untuk memastikan warga dapat kembali terhubung dengan keluarga dan orang-orang terkasih.