Jejelogy Debut di Rally Dakar, Indonesia Comeback Setelah 14 Tahun
Uzone.id - Akhirnya Indonesia kembali lagi ke ajang Rally Dakar di tahun 2026 ini. Julian Johan atau dikenal sebagai Jeje menjadi atlet motorsport Indonesia yang debut di kompetisi Rally Dakar 2026 di Arab Saudi.
Jeje telah menyelesaikan prologue dan Stage 1 di gurun Yanbu pada tanggal 3-4 Januari 2026 kemarin.
Keikutsertaan ini menjadi penanda kembalinya Indonesia ke kompetisi rally paling ekstrem di dunia setelah terakhir kali ikutan pada tahun 2011, alias 14 tahun lalu.
Dari sudut pandang Jeje, Rally Dakar bukan hanya sekedar kompetisi, baginya ajang ini juga menjadi realisasi mimpi yang tumbuh seiring waktu. Jeje juga terinspirasi perjuangan para seniornya.
Jeje sendiri mengaku Dakar bukanlah kompetisi mudah, kompetisi ini menuntut lebih dari sekedar kesiapan teknis dan finansial.
"Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi untuk melanjutkan perjuangan mereka di Rally Dakar. Tapi satu hal yang menarik, Dakar tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, tetapi juga membutuhkan keberanian besar dan kenekatan," ujar Jeje dikutip oleh Uzone.id.
Jeje tidak sendirian, pereli asal Indonesia ini berpasangan dengan co-driver asal Prancis yaitu Mathieu Monplaisi.
Menurut Jeje, keberanian dan kenekatan menjadi dua faktor krusial untuk dapat berkompetisi di ajang ekstrem Rally Dakar.
"Karena dengan medan yang sangat ekstrem dan panjang, ternyata kita yang punya finansial yang kuat saja tidak cukup untuk ikut, tapi kita harus nekat dan memberanikan diri walaupun kita belum tahu akau seperti apa hasilnya," ungkap Jeje.
Sebagai pereli, tentu ajang Rally Dakar selalu diikuti perkembangannya oleh Jeje. Meski demikian, menyaksikan dan mengalami secara langsung menurutnya benar-benar berbeda.
Dimulai dari tantangan-tantangan yang harus dilewati, karakter mobil, cuaca, hingga teknik mengemudi di medan pasir menjadi pengalaman baru bagi Jeje.
"Memang Rally Dakar ini semuanya serba baru bagi saya. Mulai dari mobil yang digunakan, kemudian cuaca serta iklim yang harus dilalui. Tetapi bicara persiapannya lebih ke arah bagaimana caranya atau teknik untuk bisa mengemudikan mobil di permukaan pasir," jelas Jeje.
Pakai Mobil Sewaan
Menariknya, Jeje mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 yang secara unit mobilnya sudah dikenali karakter performanya.
Namun Toyota Land Cruiser 100 ini bukan milik Jeje, melainkan dirinya menyewa lewat mitra kerja sama dengan Compagnie Saharienne sebagai bengkel yang telah berpengalaman di ajang Rally Dakar.
Menurut Jeje, pilihan menggunakan mobil sewa menjadi keputusan tepat daripada harus membangun mobil sendiri di Indonesia karena dirinya baru pertama kali mengikuti kompetisi ini.
"Mereka sudah tahu mobilnya seperti apa regulasinya, jadi bisa meminimalisir risiko mobil yang speknya tidak sesuai. Mobil plus tim mekaniknya dari sana, jadi saya di sini bisa fokus persiapan termasuk mencari sponsor lah," sebut Jeje.
Dengan mengandalkan Toyota Land Cruiser 100, pria kelahiran Jakarta itu terjun di kelas baru yang sudah ada sejak tahun 2021 yang dikhususkan untuk mobil keluaran 2005 ke bawah.
“Kategori ini bikin saya tertarik karena bisa dibilang paling ramai pesertanya. Isinya mobil lama yang udah legendaris, seperti Pajero, Land Cruiser, atau G-Class lama itu semua ikut. Bikin orang jadi nostalgia, makanya pesertanya ramai,” tambahnya.
Meskipun sudah familiar dengan mobilnya, namun Jeje tetap menjalani latihan terlebih dahulu di Maroko, Afrika Utara sebagai bekal untuk memahami lintasan Rally Dakar 2026 yang digelar di Arab Saudi.
“Saya sudah dapat beberapa hal saat melakukan sesi latihan di Afrika. Karena secara medan, boleh dikatakan sangat mirip, sementara iklim juga mirip dan boleh dibilang latihan saat itu sangat membantu sekali untuk saya bisa mendapatkan gambaran besar dan menjadi kisi-kisi yang bermanfaat untuk di Dakar,” ujarnya.
Targetnya Realistis
Dalam mengikuti kompetisi Rally Dakar 2026, Jeje mengaku memasang target yang realistis karena beratnya persaingan dan ekstremnya lintasan. Alasannya dirinya tak ingin terbeban dengan ambisi yang berlebihan.
"Debut ini rasanya terlalu berlebihan atau terkesan sombong jika saya menargetkan jaura, jadi kembali lagi yang saya targetkan adalah setiap harinya bisa berjalan dengan lancar, saya bisa mencapai finis setiap hari dengan keadaan kendaraan utuh, minim kerusakan, serta semua tim dalam keadaan baik," paparnya.
Selain persiapan teknis dan fisik, Jeje juga membawa perlengkapan tambahan yang bersifat survival. Pengalaman mengikuti Asia Cross Country Rally (AXCR) pada 2023 dan 2024 turut membekalinya dengan pengetahuan evakuasi kendaraan.
“Jadi untuk untuk mengantisipasi beberapa hal pada saat balapan nanti, saya mencoba untuk lebih mempersiapkan lagi dengan barang-barang bawaan yang bersifat survival, seperti obat-obatan, perlengkapan camping, serta berbekal pengetahuan rescue atau recovery mobil juga rupanya sangat berguna. Hal ini saya rasakan ketika sesi latihan sebelumnya, dan benar-benar pengetahuan tersebut sangat berguna,” tutur Jeje.