Islam Dan Teknologi

Jawed Karim, Inventor Muslim Pencetus Ide YouTube

By Vina Insyani

Uzone.id -YouTube menjadi salah satu platform video yang paling banyak digandrungi oleh masyarakat. Namun, tahukah anda, dibalik kesuksesan YouTube ada satu sosok muslim yang menjadi salah satu pendiri situs web berbagi video tersebut.

Namanya Jawed Karim, satu dari tiga founder YouTube bersama Chad Hurley dan Steve Chen. Jawed memang tak seterkenal dua rekannya, namun ia tetap memiliki andil yang cukup besar akan terciptanya salah satu platform raksasa ini.

Selain menjadi co-founder, Jawed juga menjadi pengunggah video pertama di YouTube dengan judul “Me at the zoo”. Video berdurasi 19 detik ini diunggah pada 24 April 2005 dan sudah ditonton hingga 161 juta kali dengan like sebanyak 7,5 juta. Video tersebut juga dibintangi oleh dirinya.

Baca juga: Anousheh Ansari, Wanita Muslim Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa

Jawed lahir di tengah keluarga multikultural, ayahnya berkebangsaan Bangladesh dan ibunya merupakan seorang warga negara Jerman. Ia lahir di Merseburg, Jerman Timur pada 1979, lalu tumbuh di Neuss, Jerman Barat. Lahir dengan ayah seorang muslim membuat Jawed mengikuti jejaknya dan menjadi seorang muslim.

Tahun 1992, Jawed beserta keluarganya pindah ke Saint Paul, Minnesota, Amerika Serikat. Ia melanjutkan pendidikannya di University of Illinois yang juga merupakan kampus tempat panutannya, Marc Andreessen menempuh pendidikan.

founder YouTube

Steve Chen, Chad Hurley dan Jawed Karim

Namun, pada tahun perdana perkuliahannya, ia keluar dari University of Illinois untuk mengadu nasib ke Silicon Valley.
Dari sinilah perjalanan hidupnya dimulai. Ia kemudian bergabung dengan PayPal, sebuah perusahaan pembayaran online yang salah satu pendirinya adalah Elon Musk, salah satu orang terkaya saat ini.

Bergabungnya ia dengan PayPal mempertemukan Jawed dengan kedua rekannya, Hurley dan Chen. Ketiganya sering menghabiskan waktu bersama dan berbagi ide satu sama lain. Hingga pada saat PayPal dibeli eBay tahun 2002, mendorong mereka berambisi untuk memiliki perusahaan sendiri.

Serius dengan keinginan mereka, ketiganya kompak keluar dari PayPal pada awal 2005. Selang beberapa bulan, Hurley, Chen, dan Karim berhasil mengaktifkan nama domain YouTube dan beberapa bulan kemudian situs tersebut berhasil dikembangkan.
Siapa sangka bahwa ide situs ini pertama kali dilontarkan oleh Jawed Karim. Ia mengatakan bahwa dirinyalah sosok dibalik ide pembuatan situs berbagi video yang sekarang dikenal sebagai YouTube. Inspirasi ini muncul karena ia tak bisa menemukan cuplikan video yang ia inginkan, yaitu cuplikan video Super Bowl XXXVIII dan cuplikan video musibah gempa dan tsunami Indian Ocean.

Baca juga:Ar-Razi, Penemu Kerosin Sebelum Abraham Gesner

Namun dibandingkan dirinya, Jawed mengatakan jika Hurley dan Chen lah yang berperan besar karena telah mewujudkan ide mentahnya menjadi sebuah kenyataan. Tak butuh waktu lama, YouTube berhasil menarik banyak perhatian perusahaan besar. Google membeli YouTube pada Oktober 2006 senilai USD1,65 Miliar.

Berbeda dengan kedua temannya yang menjadi karyawan di YouTube, Karim memutuskan untuk tidak menjadi karyawan dan lebih memilih menjadi penasihat informal untuk YouTube. Ia tak akan menerima gaji, maupun jabatan secara resmi dan akan fokus pada studinya di Stanford University jurusan Ilmu Komputer. Ia juga menerima 137.443 lembar saham seharga USD64 Juta. Saat itu, jumlahnya merupakan yang paling sedikit dibanding ketiga temannya yang mendapat sekitar USD326 jutaan.

Karena tak mendapat jabatan resmi, Karim sering kali terlupakan dan luput dari pemberitaan. Ia juga dianggap sebagai penemu “ketiga” YouTube.

Karim berhasil mendirikan perusahaan ventura bernama Youniversity Ventures pada 2008 bersama rekannya yang lain Kevin Hartz dan Keith Rabois hingga saat ini. Ia juga menjadi salah satu penanam modal awal untuk Airbnb pada 2009 dan salah satu investor di Reddit serta beberapa startups lainnya.

Jawed Karim terkenal sangat tertutup dan tak terlalu menceritakan kehidupan pribadinya. Saat ini ia tinggal di Palo Alto, California.

Another Article