Gadget

Jangan Tertipu Bodi Lama, Performa MacBook Pro M5 Gila!

Muhammad Faisal Hadi Putra
Jangan Tertipu Bodi Lama, Performa MacBook Pro M5 Gila!

Uzone.id - Tak ada yang salah dari MacBook Pro terbaru dengan ‘otak’ M5 yang sudah dijual di Indonesia. Desainnya memang serupa, tapi soal tenaga—baik sisi CPU, GPU, dan NPU, semuanya jauh lebih baik dari MacBook Pro M4.

Dan yang terpenting, walau ditenagai chip yang jauh lebih bertenaga, Apple tak serta-merta menaikkan harganya. MacBook Pro M5 dibanderol dengan harga Rp27.999.000, atau masih sama dengan versi M4 yang dijual pada awal tahun lalu.

Kami sendiri sudah pakai MacBook Pro M4 selama setahun, dan kini beralih seri yang bertenaga chip M5. Bagaimana kesan kami, dan sekencang apa performanya dibandingkan seri sebelumnya? Begini review lengkap MacBook Pro M5 dibandingkan seri M4.

Desain dan layar yang identik


Kalau dijejerkan (seandainya warnanya sama juga), bakalan sulit membedakan mana MacBook Pro M4 dan M5. Untung saja unit MacBook Pro M5 yang kami review berbalut warna Space Black—seri tahun lalu yang kami gunakan warna Silver. 

MacBook Pro M5 masih menggunakan sasis aluminium yang sama. Bobotnya juga tak berubah, masih sekitar 1,5 kg. 

Di sektor visual, layarnya masih mempertahankan panel Liquid Retina XDR 14,2 inci beresolusi 3024 x 1964. Nggak ada upgrade? Subjektif saja, tapi kami beranggapan bahwa Apple mungkin saja berpikir, “kalau semuanya masih bagus, kenapa harus diganti?


Lagian, kualitas layarnya memang memanjakan mata, plus suguhkan performa HDR yang juga luar biasa. Sektor visual luar biasa, bersanding juga dengan sistem audio yang buat kami, belum ada tandingannya di kelas harga setara. 


Enam speaker dengan woofer pada laptop ini kasih suara yang dalam, jernih, dan juga luas. Kalau volume-nya dimaksimalkan, dentuman suaranya juga tak pecah, sehingga rasanya tak perlu disambungkan ke speaker untuk mendapatkan keluaran audio yang berkualitas tinggi. 


Pun demikian dengan keyboard dan trackpad, masih sama persis. Keyboard dengan kedalaman travel 1mm yang responsif dan trackpad luas dengan dukungan Force Touch masih hadir di model ini.


Bagaimana dengan port? Susunan port-nya juga masih sama. Ada MagSafe 3, jack audio 3,5mm, card reader berjenis SDXC, HDMI, serta tiga port USB-C dengan teknologi Thunderbolt 4 yang bisa dipakai untuk transfer data, DisplayPort, ataupun pengisian daya.


Beda jauh dengan versi M5 Pro atau M5 Max yang sudah mendukung Thunderbolt 5 dengan kecepatan transfer sampai 120 Gbps. 

Seberapa kencang Apple M5 dibanding M4?


Upgrade paling masif dari MacBook Pro M5 jelas ada di jeroannya, yakni prosesor Apple M5 itu sendiri. Chip ini masih mengusung CPU 10-core yang terdiri dari 4 performance-core dan 6 efficiency-core. Apple sih mengklaim performa multi-thread-nya naik sekitar 15 persen dibanding M4. 

Sementara di sektor grafis, Apple M5 membawa arsitektur GPU 10-core yang di dalamnya sudah disematkan Neural Accelerator di tiap intinya. Berkat akselerator ini, tugas-tugas berat berbasis AI bisa dilibas jauh lebih kencang, bahkan komputasi untuk AI naik hingga lebih dari 4 kali lipat dibanding M4.


Singkatnya, laptop ini punya ‘otak’ yang lebih pintar, terutama dalam menjalankan model AI, misalnya saat menggunakan aplikasi Draw Things atau menjalankan large language model (LLM) secara lokal.

Di luar AI, kemampuan grafis M5 juga di-upgrade signifikan. Chip ini menghadirkan performa grafis hingga 30 persen lebih kencang dari M4. Apple juga menyematkan mesin ray tracing generasi ketiga yang memberikan peningkatan performa hingga 45 persen.

Teori di atas kertas langsung terbukti saat kami mengujinya lewat serangkaian pengujian 3DMark. Pada pengujian Wild Life Extreme dan Steel Nomad Light yang berfokus pada performa grafis murni, chip M5 langsung memamerkan kemampuannya. 

MacBook Pro M4 sebelumnya mencetak skor 9.712 poin (Wild Life Extreme) dan 4.165 poin (Steel Nomad Light). Angka ini dilibas oleh MacBook Pro M5 yang menembus skor 12.378 poin dan 5.348 poin. Ini berarti ada peningkatan tenaga raw performance sekitar 27 hingga 28 persen.

Pun demikian saat masuk ke pengujian ray tracing melalui 3DMark Solar Bay dan Solar Bay Extreme. Di sinilah arsitektur GPU baru M5 'pamer otot'. 

Jika MacBook Pro M4 hanya mampu mencatatkan skor 16.772 poin (Solar Bay) dan 3.027 poin (Solar Bay Extreme), chip M5 sukses melesat jauh dengan skor 24.547 poin dan 4.546 poin. Kalau dihitung, lonjakannya nyaris 50 persen dibanding generasi sebelumnya.

Pengujian lainnya, kami beralih ke Cinebench. Di sini, peningkatan chip M5 memang terasa solid, di mana skor single-core M5-nya menyentuh angka 734 poin berbanding 647 poin di M4, atau naik sekitar 13 persen.

Sementara untuk multi-core, M5 mencatatkan 4.438 poin yang unggul sekitar 12 persen dari M4 yang mencatatkan skor 3.952 poin. 

Di sisi GPU, performa M5 lebih ‘meledak’ dengan skor tembus 23.920 poin, meninggalkan jauh M4 yang mentok di 15.838 poin, atau naik sekitar 51 persen. 

Soal pemrosesan AI, kami menguji kemampuan GPU Apple M5 yang kini punya Neural Accelerator melalui Geekbench AI dengan tes Core ML yang menggunakan GPU. 

Hasilnya memang bikin geleng-geleng kepala. Di skema Single Precision, performanya naik sekitar 26 persen (13.647 poin di M5 vs 10.772 poin untuk M4).

Lompatan signifikan terjadi pada Half Precision dan Quantized, yang notabene sering jadi penentu mulusnya eksekusi fitur-fitur AI yang berjalan di lokal. 

Sebagai gambaran, model AI itu ukurannya sangat besar. Agar bisa berjalan lancar dan real-time di laptop tanpa harus mengandalkan internet, model AI tersebut harus 'dikompres' menggunakan metode komputasi Half Precision (16-bit) atau Quantized (8-bit). 


Teknik ini bikin beban AI jauh lebih bersahabat buat RAM, hemat daya, dan tentunya makin ngebut saat mengeksekusi perintah. Jadi wajar kalau Apple begitu fokus pada performa di sektor ini agar Apple Intelligence di macOS Tahoe bisa berjalan tanpa hambatan.

Nah, skor Half precision di M5 bisa tembus 25.624 poin berbanding 12.830 poin pada M4. Begitu juga skor Quantized yang meraih 24.472 poin di M5, sedangkan M4 hanya 12.143 poin. Peningkatannya menyentuh angka 100 persen alias dua kali lipat lebih kencang.

Baterai yang awetnya kebangetan


Punya tenaga yang jauh lebih kencang di seluruh sektornya, logikanya pasti bakal menguras baterai lebih cepat, kan? Ternyata nggak juga. Tenaga ekstra dari chip M5 ini tidak serta-merta membebani baterai.

MacBook Pro M5 yang kami review punya ketahanan baterai yang sama seperti versi M4, yakni 24 jam alias sehari penuh tanpa harus nyolok casan. Dan di atas kertas, kapasitas baterai MacBook Pro M5 juga masih sama seperti edisi tahun lalu, yakni 72,4 Whr. 

Untuk urusan isi daya, di dalam boksnya Apple menyertakan adaptor USB-C 70W plus kabel MagSafe 3 sepanjang 2 meter. Satu catatan kecil, kalau kalian butuh fitur pengisian daya cepat (fast charging), kalian harus merogoh kocek ekstra untuk membeli adaptor daya USB-C 96W atau yang lebih tinggi, karena aksesori tersebut tidak disertakan untuk varian standar ini.

Kesimpulan


Emang nggak boleh banget menilai perangkat baru cuma dari desainnya saja. Secara fisik, Apple kayak kelihatan malas buat bereksperimen, karena desain MacBook Pro M5 yang mirip banget dengan seri tahun lalu. 

Tapi, di balik desain yang identik tersebut, Apple menyematkan spesifikasi yang tak boleh diragukan kemampuannya.

Lonjakan performa GPU dan kemampuan pemrosesan AI-nya benar-benar meningkat signifikan—bahkan menyentuh dua kali lipat lebih kencang pada skenario pengujian lokal. 

Hebatnya lagi, tenaga ekstra ini tidak menuntut kompromi apa pun. Baterainya tetap sanggup diajak kerja seharian penuh, dan yang paling bikin lega adalah harganya yang tetap ditahan di angka Rp27.999.000. 

Jadi pada dasarnya, MacBook Pro tahun ini punya mesin yang jauh lebih bertenaga, tapi tetap dibanderol dengan harga yang sama seperti tahun lalu.