Automotive

Jangan Meleng, Ketahui Titik Rawan Kecelakaan Tol Trans Jawa pas Mudik

Brian Priambudi
Jangan Meleng, Ketahui Titik Rawan Kecelakaan Tol Trans Jawa pas Mudik

Uzone.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan sejumlah peringatan mengenai prediksi titik paling rawan kecelakaan saat melintasi Tol Trans Jawa saat mudik. Dengan adanya prediksi ini, diharapkan pemudik bisa lebih waspada.

Dikutip dari Antara, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, mengungkapkan bahwa berdasarkan data tiga tahun terakhir, Jawa Tengah adalah wilayah dengan titik-titik lelah terbanyak.

"Berdasarkan dari hasil analisis, daerah paling tinggi kecelakaannya yang sudah terjadi tiga tahun terakhir (2023, 2024, dan 2025) serta prediksi di 2026 adalah Jawa Tengah. Seperti kita ketahui, tol Trans Jawa itu terdiri dari tol Cikampek, tol Jawa Barat, Cipularang, dan tol Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Nah, Jawa Tengah ini sudah titik fatigue, titik lelah atau titik capek," ujar Sandhi.




Secara statistik, Sandhi menjelaskan bahwa peluang adanya korban jiwa dalam setiap kejadian kecelakaan berkisar antara 15,72 hingga 23,77 persen. Ini berarti, dari setiap 10 kecelakaan yang terjadi selama masa mudik, hampir dua di antaranya dipastikan berujung pada kematian.

"Ini statistik yang bicara. Kemudian, yang perlu digarisbawahi lagi, korban luka berat yang kira-kira satu dari delapan kecelakaan pasti akan menghasilkan luka berat," tambah Sandhi.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika kondisi tubuh sudah terasa lelah.




Menurutnya, pemudik yang perlu melakukan istirahat harus dilakukan sesegera mungkin, tanpa perlu menunggu hingga tiba di area istirahat alias rest area.

"Kalau sudah capek, langsung menepi ke kiri. Tidak perlu menunggu sampai rest area," tegasnya.

Meskipun adanya himbauan, namun Korlantas Polri tetap membentuk tim khusus untuk melaksanakan patroli secara perlahan di sepanjang rute mudik.



Kegiatan ini dilakukan demi keselamatan selama arus mudik, tim akan terdiri dari personel kepolisian, ambulans dengan tenaga kesehatan, dan kendaraan derek.

Tim ini memiliki tugas utama untuk mencegah kecelakaan fatal serta insiden lain yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik. Strategi pengamanan operasi mudik ini telah disiapkan secara matang oleh pimpinan.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga akan memberikan pengumuman dan imbauan kepada pengguna rest area terkait batas waktu maksimal penggunaan fasilitas tersebut.

Tindakan ini bertujuan untuk memastikan adanya pergantian pengguna dan mencegah penumpukan kendaraan.