Jajal Tol Fungsional Japek II: Sudah Layak tapi 'Haram' Pakai Fitur ADAS
Uzone.id - Pemerintah mulai membuka jalan tol fungsional untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026. Tol Jakarta-Cikampek II yang belum rampung, dibuka untuk dilintasi pemudik. Bagaimana kondisi jalan tol tersebut?
Kami sengaja melintas di jalan tol Japek II saat hendak meuju kota Depok dari Bandung. Akses masuknya di Sadang, sebelum pintu tol Kalihurip Utama.
Kondisi permukaan jalan begitu kami masuk masih berupa lapisan beton. Cukup layak untuk dilintasi, meskipun permukaannya masih sedikit kasar dan bergelombang di beberapa sambungan.
Sepanjang perjalaan, hanya tersedia satu jalur, sementara jalur sebelah masih dalam tahap pengerjaan dan finishing di beberapa titik ruas jalan.
Selain itu, karena jalan tol ini belum 100 persen rampung, maka jangan heran kalau belum ada marka jalan, termasuk garis batas ruas jalan, sehingga pengemudi perlu berhati-hati dan waspada.
Belum adanya marka dan garis jalan tersebut juga membuat penggunaan fitur di mobil-mobil kekinian, seperti Advance Driving Assist System (ADAS) jadi tidak optimal, bahkan cenderung membahayakan.
Karena fitur ADAS sepenuhnya bergantung pada sensor dan radar yang salah satunya mengandalkan marka dan garis jalan sebagai pembimbing sistem.
Selain itu, juga ada beberapa permukaan jalan yang beda ketinggiannya masih terbilang ekstrem dan sulit dilihat visibilitasnya--itu kenapa kecepatan maksimal mobil harus dikurangi dari kondisi jalan tol normal.
Kami berjalan rata-rata di kecepatan 60 km per jam. Sebenarnya bisa sampai 100 km per jam atau lebih, tapi ya itu tadi, belum adanya marka dan garis jalan, serta masih banyak 'kejutan' di sepanjang jalan, membuat kita harus ekstra waspada.
Ada rest area portable, termasuk SPBU
Meskipun belum rampung, namun jalan tol fungsional ini memang disiapkan dengan baik sebelum difungsikan. Petunjuk arah jelas dan banyak, juga yang tak kalah membantu, adanya rest area portable.
Untuk sekedar beristirahat sebentar dan mengisi BBM sudah tersedia di beberapa titik. Pantauan kami, ada BBM kemasan dan juga BBM mobile menggunakan sepeda motor yang terlihat standby di sejumlah titik.
Petugas juga banyak dan membantu mengarahkan laju kendaraan yang melintasi jalan tol fungsional tersebut.
Asiknya, jarak yang kami tempuh lumayan jauh, lebih dari 40 km. Mulai dari Kalihurip sampai keluar di Cibitung untuk kemudian lanjut ke jalan tol Cibitung - Cinere untuk kemudian sampai di kota Depok.
Total perjalanan kami dengan menggunaka rute tersebut, dipadukan dengan tol Cipularang, tercatat hanya sekitar 2,5 jam dari Bandung sampai Depok.
Nah, buat kalian yang masih di kampung halaman dan berniat pulang ke Jabodetabek, ada baiknya juga menjajal jalan tol fungsional ini. Selain bisa mengurai kepadatan, juga memangkas waktu tempuh dan mengurangi biaya tol, karena gratis.
Hanya tadi dengan catatan: Tol ini belum 100 persen rampung, jadi pastinya belum ada Quality Control, sehingga pengemudi dituntut untuk lebih waspada dan tetap mengedepankan safety driving.