Headline

Isu Merger Grab–GoTo Muncul Lagi, Ini Tanggapan Pemerintah

Aisyah Banowati
Isu Merger Grab–GoTo Muncul Lagi, Ini Tanggapan Pemerintah

Uzone.id – Pemerintah mengiyakan rencana soal Grab-GoTo akan merger. Hal ini disampaikan langsung oleh Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekretaris Negara.

“Iya. Rencananya memang begitu (Grab-GoTo bergabung),” ungkap Prasetyo pada Jumat (7/11), melansir dari berbagai sumber.

Rencana bergabungnya dua perusahaan tersebut memang telah berhembus kencang sejak beberapa bulan lalu. Namun, di bulan Juni, sempat tersiar kabar jika rencana penggabungan ini terkendala regulasi dari pemerintah.

Untuk saat ini, belum dapat dipastikan skema penggabungan yang akan diambil kedua perusahaan tersebut, apakah akan merger atau akuisisi.





Prasetyo juga menyebut adanya keterlibatan Danantara dalam proses ini, meski perannya belum dijelaskan secara rinci.

"Danantara juga ikut terlibat di situ karena ada proses korporasinya juga yang menjadi bagian dari yang dibicarakan gitu. Makanya minta tolong sabar dulu," jelas Prasetyo.

Untuk saat ini, seperti yang diketahui bahwa Telkom mulai berinvestasi di GoTo sejak 18 Mei 2023. Investasi tersebut dimulai dengan pembelian sebanyak 29.708 lembar saham konversi GoTo senilai USD150 juta atau setara Rp2,1 triliun.

Selanjutnya, anak usaha Telkomsel juga diketahui memiliki 59.417 lembar saham tambahan dari opsi pembelian saham, dengan nilai USD300 juta atau setara Rp4,29 triliun.





Prasetyo turut memastikan bahwa potensi bergabungnya Grab-GoTo tidak akan menimbulkan praktik monopoli.

Ia menjelaskan, tujuan utama dari penggabungan ini adalah untuk menjaga agar perusahaan beroperasi secara optimal dan terus menggerakkan roda ekonomi dengan melibatkan para mitra.

"Karena bagaimana pun perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar. Dan sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ," jelas Prasetyo.

Berkat isu merger Grab-GoTo yang disampaikan oleh pemerintah, saham GoTo langsung melejit 8,20 persen ke level Rp66 per saham hingga pukul 10:00 WIB, pada Senin (10/11).

Mengutip dari CNBC Indonesia, volume perdagangan saham GOTO mencapai 4,68 miliar lembar dengan frekuensi transaksi mencapai 18,75 ribu kali senilai Rp307,8 miliar.