Isi Pesan dan File Gmail Dipakai Buat Latih AI? Ini Kata Google
Uzone.id — Google tengah
menghadapi tuduhan yang cukup berat di media sosial dimana beberapa postingan
di X menuduh bahwa Google membuat kebijakan untuk menggunakan isi Gmail,
termasuk pesan dan lampiran, sebagai bahan pelatihan model AI.
Hal ini pertama kali disampaikan oleh laporan dari Malwarebytes dimana Google secara diam-diam disebut mulai mengakses email pribadi dan lampiran pengguna Gmail untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka, yang mengharuskan pengguna untuk keluar secara manual (opt-out) agar tidak ikut serta dalam kebijakan ini.
Disebutkan pula bahwa satu-satunya cara untuk keluar dari
skema tersebut adalah dengan mematikan fitur “smart features” seperti
pengecekan ejaan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Google pun menyangkal dan
menyebut kalau laporan ini adalah misleading alias tidak benar.
“Laporan-laporan ini menyesatkan, kami tidak mengubah pengaturan siapa pun, fitur pintar Gmail sudah ada selama bertahun-tahun, dan kami tidak menggunakan konten Gmail kalian untuk melatih model AI Gemini kami,” bantah juru bicara Google, Jenny Thomson, dikutip dari The Verge, Selasa, (25/11).
Sementara terkait pengaturan Smart Features yang dimiliki
Google, Google sendiri sudah memberikan opsi personalisasi sehingga pengguna
bisa mematikan fitur-fitur tersebut untuk Google Workspace dan produk Google
lainnya (seperti Maps dan Wallet) secara terpisah satu sama lain.
Selain fitur seperti pengecekan ejaan, mengaktifkan Smart
Feature Gmail juga memungkinkan pengguna bisa menautkan jadwal mereka ke
layanan Google lain seperti Calendar.
Google menyebut bahwa mengaktifkan Smart Feature di
Workspace artinya pengguna setuju untuk membiarkan Google Workspace menggunakan
konten dan aktivitas Workspace untuk mempersonalisasi pengalaman di seluruh
platform.
Namun, Google kembali menegaskan bahwa hal ini tidak berarti
menyerahkan konten email kalian untuk digunakan dalam pelatihan AI milik
Google, yaitu Gemini AI.