ISF 2025: Komitmen Hijau Indonesia, Wuling Cloud EV Ikut Jadi Sorotan
Uzone.id — Jakarta kembali jadi tuan rumah ajang besar bertaraf internasional, Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
Acara ini bukan sekadar forum diskusi, tapi momentum penting yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga investor global untuk membicarakan masa depan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Mengusung tema besar 'Uniting for a Greener Future', ISF 2025 menghadirkan sederet inisiatif dan kolaborasi nyata untuk menjawab tantangan dunia dalam menghadapi krisis iklim, transisi energi, dan ketahanan pangan.
Tahun ini, suasana forum terasa lebih hidup dan interaktif — bukan hanya karena skala pesertanya yang makin besar, tapi juga karena hadirnya simbol-simbol kuat tentang komitmen terhadap keberlanjutan.
Simak beberapa highlight menarik nan esensial dari ajang ini.
'Komitmen hijau' Indonesia
Dalam pembukaan resmi forum, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia untuk mencapai target net-zero emission pada tahun 2060, atau bahkan lebih cepat di 2050.
Rosan memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar — mencapai 3.700 gigawatt yang berasal dari tenaga surya, air, pasang surut, angin, hingga panas bumi.
Potensi besar inilah yang mendorong pemerintah meluncurkan berbagai inisiatif strategis, termasuk pengembangan carbon capture and storage (CCS) serta program pengelolaan limbah menjadi energi (waste-to-energy).
“Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan CO₂ terbesar di dunia, sekitar 577 gigaton, yang bisa digunakan hingga 200 tahun ke depan,” ujar Rosan. “Kami sedang membangun fondasi agar Indonesia bisa menjadi pusat CCS di kawasan Asia.”
Rosan juga mengumumkan peluncuran program nasional waste-to-energy di 33 kota, yang dijadwalkan mulai dijalankan pada November 2025, dengan proses lelang yang terbuka dan transparan.
“Kami sadar, pemerintah tidak bisa melakukannya sendirian,” tegasnya. “Karena itu, kami mengundang mitra lokal maupun internasional untuk bekerja sama, agar visi keberlanjutan ini benar-benar menjadi kenyataan.”
Salah satu highlight paling menarik datang dari sektor otomotif. Wuling Motors (Wuling) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung gerakan kendaraan ramah lingkungan.
Dalam ISF 2025, Wuling menurunkan 10 unit Cloud EV sebagai kendaraan resmi untuk mobilitas para delegasi selama dua hari acara berlangsung.
Langkah ini bukan cuma soal branding atau eksposur, tapi bagian dari komitmen nyata Wuling dalam mempercepat transisi menuju transportasi bebas emisi di Indonesia.
Cloud EV sendiri merupakan mobil listrik terbaru Wuling yang dirancang dengan fokus pada efisiensi energi dan kenyamanan berkendara.
Sebagai kendaraan pendukung acara yang bertema keberlanjutan, kehadiran Cloud EV terasa simbolis — memperlihatkan bagaimana sektor otomotif nasional ikut berkontribusi langsung pada upaya menekan emisi karbon.
Dengan desain modern dan jangkauan baterai yang kompetitif, Cloud EV juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini semakin siap diadopsi untuk penggunaan harian maupun kebutuhan resmi.
Bambu jadi simbol keberlanjutan
Selain kendaraan listrik, satu hal yang langsung mencuri perhatian di area pameran adalah penggunaan bambu sebagai elemen desain utama. Dari panggung utama, booth, hingga instalasi artistik, bambu dipilih sebagai simbol keberlanjutan dan harmoni dengan alam.
Bambu bukan sekadar dekorasi, tapi representasi dari nilai-nilai yang diusung ISF 2025 — kuat, fleksibel, tumbuh cepat, dan mudah diperbarui.
Material ini juga punya jejak karbon yang rendah dibanding kayu konvensional, sehingga penggunaannya memperlihatkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dalam event berskala besar.
Selain itu, sejumlah UMKM dan desainer lokal turut memamerkan karya berbasis bambu seperti furnitur, konstruksi modular, hingga produk inovatif daur ulang.
Bambu dalam ISF 2025 seolah jadi simbol bahwa keberlanjutan bisa diwujudkan lewat hal-hal sederhana yang berasal dari potensi lokal.
Forum investasi dan kolaborasi hijau
Di luar sisi visual, ISF 2025 juga menjadi ajang penting bagi penguatan kerja sama internasional di bidang energi dan lingkungan.
Sejumlah memorandum of understanding (MoU) dan komitmen investasi hijau dijadwalkan akan ditandatangani selama forum berlangsung.
Beberapa fokus utama forum meliputi:
- Transisi energi dan green electricity, termasuk proyek pembangkit tenaga surya dan angin.
- Nature-based solutions, yakni pemanfaatan sumber daya alam untuk mitigasi perubahan iklim.
- Green financing dan carbon trading, sebagai instrumen ekonomi baru untuk mendukung industri berkelanjutan.
Para investor global dan lembaga keuangan internasional menunjukkan minat besar terhadap proyek-proyek yang mengedepankan efisiensi energi dan inovasi ramah lingkungan di Indonesia.
Pemerintah juga mendorong partisipasi swasta dalam upaya mencapai target net zero emission 2060, melalui skema insentif dan kolaborasi lintas sektor.
Bahkan, dalam salah satu sesi plenary, beberapa perusahaan multinasional mengumumkan rencana ekspansi investasi di bidang energi bersih dan pengelolaan limbah.
Salah satu pembicara menyebutkan bahwa Indonesia kini dipandang sebagai “epicentrum green economy” di Asia Tenggara, dengan potensi besar dalam sektor energi terbarukan dan industri hijau.