Iran Ancam Serang Data Center AI Stargate yang Disokong Donald Trump
Uzone.id — Sebuah video
kembali dirilis oleh Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada 3
April 2026 lalu. Dalam video tersebut, mereka mengancam ‘pembinasaan total’
pada infrastruktur AS dan Israel yang dibangun di Timur Tengah.
Secara khusus, IRGC menyebut pusat data AI Stargate sebagai
salah satu bidikannya. Sebagai informasi, pusat data ini merupakan proyek besar
yang dibangun Uni Emirat Arab dengan sokongan dari pihak AS, khususnya Donald
Trump.
Gak tanggung-tanggung, nilai dari pusat data ini cukup
fantastis dan mencapai USD30 miliar atau sekitar Rp511 triliun.
Pesan tersebut disampaikan oleh juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaghari, yang mengatakan bahwa pembalasan akan dilakukan jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran.
“Jika AS melanjutkan ancamannya pada fasilitas pembangkit
listrik Iran, tindakan balasan berikut akan segera diberlakukan. Semua
pembangkit listrik, infrastruktur energi, serta teknologi informasi dan
komunikasi milik rezim Zionis, dan semua perusahaan AS di wilayah tersebut akan
menghadapi kehancuran total dan mutlak,” katanya, dikutip dari Betanews,
Selasa, (07/04).
Iran juga menampilkan citra satelit yang memfokuskan pada
area gurun di dekat pantai yang pada awalnya tampak kosong. Teks kemudian
muncul di layar yang berbunyi, “Tidak ada yang tersembunyi dari pandangan kami,
meskipun disembunyikan oleh Google.”
Rekaman tersebut kemudian beralih ke tampilan simulasi penglihatan malam yang memperlihatkan tata letak lengkap kompleks pusat data kecerdasan buatan Stargate.
Proyek Stargate sendiri merupakan kluster komputasi AI yang
direncanakan memiliki kapasitas komputasi 1 gigawatt. Pengembangan dijadwalkan
secara bertahap, dimulai dengan penempatan 200 megawatt pada 2026 dan diperluas
hingga skala penuh 1 gigawatt.
Jika fasilitas ini diserang total, tak hanya Donald Trump
saja yang terkena imbasnya, perusahaan teknologi dan investor yang terlibat
juga akan ikut terdampak.
Perusahaan teknologi dan investor yang terlibat dalam proyek
ini antara lain OpenAI, Nvidia, Cisco, Oracle, SoftBank dari Jepang, dan
perusahaan kecerdasan buatan Uni Emirat Arab, G42.
Sebelumnya, Iran juga sudah lebih dulu menyampaikan ancaman
mereka pada 1 April 2026 lalu, dimana mereka mengancam akan menyerang
perusahaan-perusahaan teknologi milik AS seperti Microsoft, Apple, IBM, Intel,
Google, Tesla, dan Boeing yang tersebar di Timur Tengah.
Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap telah memberikan
fasilitas terhadap operasi penargetan militer Amerika Serikat. Bersamaan dengan
rencana ini, IRGC pun mendesak karyawan perusahaan-perusahaan AS untuk segera
melakukan evakuasi, begitupun dengan warga sipil di wilayah tersebut untuk
menjauh.