Gadget

iPhone Air Cuma 1 Kamera Belakang, Gimana Hasil Fotonya?

Muhammad Faisal Hadi Putra
iPhone Air Cuma 1 Kamera Belakang, Gimana Hasil Fotonya?

Uzone.id - iPhone Air ibarat sebuah smartphone versi ‘lite’ yang ditenagai performa tinggi. Dapur pacu iPhone Air memang kencang, tak perlu lagi didebatkan, namun sektor lainnya cenderung minimalis, seperti kamera misalnya.

Kalau versi regular punya setup dua kamera, iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max juga punya tiga kamera, iPhone Air hanya dibekali satu kamera saja di bagian belakang. Ya, ini adalah kompromi terbesar yang harus diterima dari desain barunya yang super ramping dan ringan, 5,6 mm dan 165 gram.

Karena ruang bagian dalamnya yang sempit, kamera utama yang disematkan pun bukan sensor terbesar yang dimiliki Apple. Sensor 48 MP pada iPhone Air menggunakan sensor Sony IMX904 berukuran 1/1.56 inci yang identik dengan iPhone 17 standar.

Sensor ini dipasangkan dengan lensa 26mm dengan bukaan f/1.6, serta dilengkapi teknologi dual pixel PDAF dan sensor-shift OIS. Untuk perekaman video, kemampuannya standar di 4K pada 60 FPS.

           






Justru, bagian paling menarik dari setup kamera iPhone Air ada di sisi depan. Kamera selfie-nya benar-benar baru, menggunakan sensor 18 MP Sony IMX914 yang punya bentuk octagonal (segi delapan), bukan persegi panjang seperti sensor pada umumnya.

Bentuk sensor yang unik ini memberi fleksibilitas lebih. Penggunanya bisa bisa mengambil foto selfie pada format 4:3 dalam mode vertikal maupun horizontal, tanpa perlu memutar ponsel, berkat fitur Center Stage.




Apple juga sematkan OIS pada kamera depan iPhone Air, bisa dibilang fitur yang cukup langka untuk kamera selfie smartphone sekarang. Kemudian dipadu dengan lensa setara focal length 20mm yang cukup lebar dan autofocus, kamera ini harusnya memanjakan pengguna yang suka ambil swafoto.

Yang patut diapresiasi, pada bodi setipis iPhone Air, Apple tetap hadirkan Camera Control. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kualitasnya?

Kamera belakangnya bagus, asal...




Meskipun secara hardware terdengar minimalis, kualitas foto dari kamera utama iPhone Air mampu memberikan hasil yang sangat baik. Di kondisi cahaya yang mendukung, detail yang tertangkap luar biasa tajam dengan reproduksi warna yang akurat dan natural.

Dynamic range-nya juga sangat luas, area gelap dan terang tetap tertangkap dengan sangat baik dan tanpa kehilangan detailnya. Kontrasnya juga memukau, khas iPhone lah.



Kamera ini juga sangat mumpuni untuk memotret subjek yang bergerak. Pada foto anak kecil yang bermain air di kolam misalnya, cipratan airnya terekam dengan tajam dan terlihat ‘beku’, menunjukkan autofokus yang sangat cepat dan akurat dalam mengunci fokusnya.

Sayang, satu saja yang kurang menurut kami, ketiadaan kamera ultrawide yang terasa membatasi kreativitas pengambilan gambar.

Kemampuan kameranya juga tetap oke saat memotret di dalam ruangan. Detailnya tetap terjaga, white balance-nya juga akurat, dengan warna yang terlihat natural juga.



Kemampuan dynamic range-nya juga bekerja keras di dalam ruangan. Lihat saja foto patung beruang biru yang membelakangi jendela terang.

Ini adalah skenario klasik untuk menguji kemampuan HDR dari sebuah kamera ponsel. iPhone Air berhasil mengangkat detail di area gelap patung tanpa membuat pemandangan di luar jendela jadi over-exposed total.




Saat kami bawa ke kondisi malam hari, barulah di sini kelihatan kalau kamera iPhone Air lumayan kewalahan. Memang sih, citra langit malam terlihat bersih, tapi kalau diperbesar gambarnya, kamera ini belum mampu menangani noise secara lebih baik.



Terlihat jelas juga pada lampu LED warna-warni di jembatan dan lampu lalu lintas merahnya, meski secara warna tetap terkontrol dengan baik.

Sementara bila skenario low-light di dalam ruangan, kameranya masih bisa ‘melihat’ dengan jelas. Tetap ada noise, meski lebih minim ketimbang memotret di luar ruangan. Sumber cahaya pun tetap terlihat jernih.




Satu kesamaan yang kami dapat saat memotret di kondisi low-light, baik di luar maupun dalam ruangan. Detailnya terlihat halus dengan tekstur yang agak soft, kekurangan yang memang sering terjadi untuk mengontrol noise.

Ini menunjukkan batas dari sensor yang lebih kecil dibandingkan iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max. Selain itu, ketiadaan lensa telephoto juga membuat pengambilan gambar di malam hari menjadi kurang fleksibel untuk objek yang jauh.

Hasil kamera belakang:



Kasih experience baru buat selfie




Sensor octagonal dengan fitur Center Stage, sejujurnya kasih experience baru buat kami. Singkatnya, kami nggak perlu bolak-balik ubah orientasi smartphone—portrait atau landscape, tinggal tekan tombol Center Stage saja untuk menyesuaikannya.

Saat mengambil selfie di luar ruangan, jangkauan kameranya memang terasa lebih luas. Apalagi, ada opsi untuk memperlebar sudut pandang kamera supaya lebih lebar dari pengaturan bawaan. Detailnya bagus berkat autofokus, warnanya juga Apple banget—natural.

Kemampuan HDR-nya juga mumpuni. Skenario sulit, seperti foto backlight, berhasil ditangani dengan baik. Wajah subjek tetap terlihat terang dan difokuskan, sementara latar belakang otomatis dibuat buram dengan warna yang tidak dibuat over-exposed.

Begitupun dalam kondisi cahaya indoor yang lebih soft, skin tone tetap terlihat natural dengan pencahayaan pada latar belakang yang dibuat pas.

Hasil selfie:


       

Kesimpulan




Kamera belakang iPhone Air bisa disebut sebagai definisi dari sebuah kompromi. Bodi tipis yang diusungnya, membuat Apple ‘terpaksa’ menyematkan sensor yang ‘tidak Pro’ pada smartphone ini.





Performa kameranya sangat bisa diandalkan saat memotret di siang hari atau indoor dengan cahaya yang mendukung. Beda cerita begitu malam tiba, keterbatasan sensornya yang kecil mulai terlihat. Gambar yang kami ambil berkurang kualitasnya akibat noise yang muncul dan detail yang cenderung lebih halus.

Sementara di depan, kamera ini hasilkan foto yang oke, plus sensor jenis baru yang turut dimaksimalkan oleh fitur Center Stage. Jelas, kamera depan jadi salah satu nilai lebih dari iPhone Air.