Gadget

Intel Lawan AMD di Konsol Handheld, Rilis Arc G3 dan G3 Extreme

Muhammad Faisal Hadi Putra
Intel Lawan AMD di Konsol Handheld, Rilis Arc G3 dan G3 Extreme

Uzone.id - Intel Arc G3 dan Arc G3 Extreme jadi dua prosesor baru Intel yang dirancang khusus untuk konsol gaming handheld generasi berikutnya, bersaing dengan AMD yang sudah eksis duluan. Sudah ada beberapa konsol yang ditenagai prosesor ini, dari Acer hingga MSI.

Kedua chip tersebut masuk ke dalam lini Intel Arc G-Series, prosesor baru yang dibangun di atas arsitektur Intel Core Ultra Series 3 atau Panther Lake. Fokusnya tentu saja pada performa gaming kelas atas, tapi dengan efisiensi daya yang tinggi.

Beberapa konsol gaming pertama yang akan ditenagai Intel Arc G-Series juga sudah diumumkan di Computex 2026, di antaranya seperti Acer Predator Atlas 8, MSI Claw 8 EX AI+, hingga OneXPlayer 3.

Acer Predator Atlas 8
Acer Predator Atlas 8

Dan Rogers, Vice President and General Manager PC Product Client Computing Intel menyebut, Arc G-Series bukan sekadar prosesor laptop yang dipasang ke perangkat genggam, melainkan memang dirancang khusus untuk konsol gaming handheld. 

Chip ini membawa jumlah core yang dioptimalkan, manajemen daya yang lebih efisien, serta integrasi software untuk menjaga performa tetap stabil saat dipakai bermain game.

“Intel Arc G-Series merepresentasikan inovasi terfokus selama bertahun-tahun dan komitmen mendalam terhadap dunia gaming. Lini prosesor ini menghadirkan performa PC tanpa kompromi langsung di dalam genggaman Anda, dikombinasikan dengan aksesibilitas dan respons instan khas konsol yang senantiasa diharapkan oleh para gamer,” jelasnya.

MSI Claw 8 EX AI+
MSI Claw 8 EX AI+

Menurutnya, Intel Arc G-Series juga membawa teknologi grafis seperti XeSS 3 dan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga gamer bisa bermain lebih lama tanpa harus terus terhubung ke sumber listrik.

Dari sisi grafis, Intel Arc G-Series menggunakan Intel Arc B390 yang dibangun di atas arsitektur Xe3 terbaru. 

Kombinasi ini memungkinkan hadirnya fitur seperti real-time ray tracing untuk visual yang lebih realistis, serta XeSS 3 yang mencakup tiga kemampuan utama, yakni XeSS Super Resolution, XeSS Multi-Frame Generation, dan Xe Low Latency.

Intel juga menyiapkan dukungan driver Day-0 secara berkelanjutan. Dengan begitu, game-game terbaru ditargetkan bisa berjalan lebih optimal sejak hari pertama rilis, termasuk untuk koleksi game yang sudah ada sebelumnya.

Untuk pengalaman bermain, Intel Arc G-Series turut mendukung mode Xbox di Windows 11. Mode ini menghadirkan tampilan layar penuh yang lebih ramah kontroler dan terinspirasi dari konsol, sehingga pengguna bisa mengakses koleksi game yang terinstal dengan lebih praktis.

OneXPlayer 3
OneXPlayer 3

Intel juga membawa fitur Intel Precompiled Shaders. Fitur ini memungkinkan file shader yang sudah dibuat sebelumnya diunduh dari cloud Intel untuk game tertentu, sehingga proses membuka dan menjalankan game bisa terasa lebih cepat.

Secara konfigurasi, prosesor ini mengintegrasikan 2 P-Core, 8 E-Core, dan 4 LP E-Core. Intel memproduksinya menggunakan node proses Intel 18A, yang disebut sebagai logic node tercanggih yang dikembangkan dan diproduksi langsung di Amerika Serikat (AS).

Dari sisi konektivitas, Intel Arc G-Series juga sudah mendukung Intel Wi-Fi 7 R2 terintegrasi, dual Bluetooth 6, serta Intel Thunderbolt 4. Ada pula dukungan Thunderbolt Share dengan bandwidth hingga 40 Gbps untuk penyimpanan eksternal berkecepatan tinggi, perangkat periferal, maupun transfer koleksi game berukuran besar.

Konsol gaming handheld dengan prosesor Intel Arc G-Series mulai meluncur pada bulan Juni ini, dengan ketersediaan yang lebih luas di tahun ini.