Instagram Mau Bikin App TV buat Tantang YouTube, tapi Beda dari IGTV
Uzone.id – Awal minggu kemarin, CEO Instagram, Adam Mosseri mengungkapkan bahwa perusahaan tengah meninjau ide untuk meluncurkan aplikasi TV khusus. Hal ini ia sampaikan dalam konferensi Bloomberg Screentime yang terselenggara di Los Angeles, AS.
Menurut Adam Mosseri, tujuan jangka panjang dari ide ini adalah untuk memperluas jangkauan audiens Instagram di layar yang lebih besar. Khususnya menyasar penonton yang lebih suka menikmati konten video melalui TV.
Adam Mosseri yakin bahwa konten video vertikal seperti Instagram Reels dapat berkembang pesat dalam format TV. Ia juga mengungkapkan penyesalannya karena tidak mempertimbangkan aplikasi TV di tahun-tahun sebelumnya.
“Jika perilaku dan konsumsi platform ini berpindah ke TV, maka kita perlu pindah ke TV juga," kata Mosseri, melansir dari The Economic Times.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, "Kami ingin mencari cara untuk memastikan bahwa kami tampil dengan cara yang menarik di semua perangkat yang relevan. Format video vertikal saat ini sudah berfungsi dengan baik untuk menonton TV,” ungkapnya.
Meski demikian, Adam Mosseri menegaskan bahwa Instagram tidak berencana untuk mengakuisisi siaran langsung seperti olahraga ataupun konten eksklusif Hollywood.
Saat ini, video Instagram, khususnya Reels memang tengah menjadi fokus utama dalam persaingan ketat melawan TikTok. Langkah ini didukung dengan pengumuman Adam Mosseri bulan lalu, yang menyebut bahwa ikon Reels akan ditampilkan lebih menonjol di bilah navigasi.
Selain itu, Instagram turut memanfaatkan situasi ketidakpastian TikTok di AS dengan merilis aplikasi penyunting video mereka sendiri pada awal tahun—sebagai pesaing langsung bagi CapCut milik ByteDance.
Di sisi lain, dengan menghadirkan Instagram ke TV, perusahaan juga akan mampu bersaing dengan YouTube sudah sejak lama memiliki aplikasi khusus TV. Meskipun biasanya aplikasi YouTube TV digunakan untuk menonton konten berdurasi panjang, aplikasi ini juga mendukung tayangan YouTube Short.
Neal Noham yang merupakan CEO YouTube mengungkapkan fakta bahwa TV telah menjadi perangkat utama untuk menonton YouTube di AS berdasarkan waktu tonton.
Ia juga mengungkapkan bahwa orang-orang juga menonton Shorts di TV. Namun, ia tidak memberikan angka pasti untuk menjelaskan jumlahnya. Melihat data dari tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa jumlah tayangan YouTube Short di TV AS meningkat lebih dari 75 persen selama tahun 2024.
YouTube Shorts memang tertinggal dari TikTok dan Instagram Reels dalam hal jumlah komentar dan rasio tontonan. Namun, tingkat interaksi dan jumlah penontonnya setara atau bahkan lebih tinggi dibandingkan platform lain.
Mengutip dari Android Police, tingkat interaksi dan jumlah penonton yang tinggi, tetapi jumlah komentar dan rasio tontonan yang rendah menunjukkan bahwa orang-orang terutama menggunakan Shorts untuk menemukan kanal baru.