Automotive

Insentif EV Molor, Bikin Orang Penasaran sama Mobil Listrik Wuling

Bagja Pratama
Insentif EV Molor, Bikin Orang Penasaran sama Mobil Listrik Wuling

Uzone.id - Ditengah ketidakpastian penerapan insentif mobil listrik (EV) justru jadi berkah tersendiri bagi Wuling yang mengaku dengan adanya pemberitaan massif isu mundurnya penrapan insentif, justru bikin banyak orang penasaran sama Wuling.

Brian Gomgom, Brand Communications Senior Manager Wuling Motors mengungkap, saat ini ditengah kondisi insentif yang belum pasti, banyak orang-orang yang bertanya soal mobil listrik Wuling.



"Sebenarnya yang terjadi sekarang adalah, meningkatnya daya tarik orang untuk bertanya mengenai EV-nya Wuling, itu yang kami alami sekarang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi itu, tapi minat masyarakat untuk membeli EV Wuling jadi meningkat," ujar Gomgom, disela Media Drive Wuling Eksion di Purwokerto.

Wuling Masih Menunggu Kebijakan Pemerintah

Gomgom sendiri menjelaskan, terkait dengan insentif dan kebijakan pemerintah lainnya Wuling akan mengikuti semuanya kebijakan dari pemerintah.

"Dan tentunya nanti jika memang sudah ada kami akan melakukan penyesuaian terhadap kebijakan tersebut. Kita saat ini masih menunggu kebijakan apa yang akan diberikan oleh pemerintah," tambah Gomgom.

Sebelumnya, rencana penerapan insentif bagi kendaraan listrik (EV) di Indonesia yang dijanjikan bakal dimulai Juni 2026, namun secara dadakan, dipastikan tertunda. 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan bahwa kebijakan insentif tersebut diundur selama satu bulan dan baru akan diimplementasikan pada Juli 2026.

Penundaan ini dilakukan karena pemerintah masih memfinalisasi beberapa perhitungan.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dari sisi energi. 



Tujuan utamanya adalah mengubah pola konsumsi energi masyarakat dari kendaraan berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kendaraan berbasis listrik.

Langkah ini menjadi krusial mengingat tingginya harga minyak mentah global akibat konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. 

Dengan mengurangi konsumsi BBM, Indonesia secara signifikan dapat menekan impor energi fosil yang selama ini membuat ekonomi domestik rentan terhadap gejolak harga minyak dunia.