News

Ini Petunjuk Jalur Mudik Lewat Tol dari Jakarta Hingga Ngawi

By Dewi Rachmat.K

Arus mudik Lebaran tahun ini, pemudik bisa memanfaatkan jalan tol di Trans Jawa. Setelah tahun lalu ?hanya sampai Brebes Timur, kali ini masyarakat bisa melalui tol hingga Weleri, Jawa Tengah.

Dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan ada tambahan jalur fungsional sepanjang kurang lebih 145 kilometer (km) dari Brebes Timur hingga ke jalur tol Batang-Semarang yang pengoperasiannya saat ini menunggu komando dari Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Kakorlantas), Irjen Royke Lumowa yang ditunjuk menjadi komandan lapangan arus mudik tahun ini.

"Karena itu kan belum beroperasi tapi masih fungsional, bisa digunakan maka kita sampaikan silakan, nanti komandonya dari sana (Kakorlantas), kalau jalan tol operasional baru kita yang memutuskan," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (17/6).



Jika dimulai dari DKI Jakarta, bagi masyarakat yang ingin menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, awalnya bisa masuk ke jalan tol Jakarta-Cikampek dengan panjang kurang lebih 78 km. Pada titik ini diperkirakan akan menjadi titik awal kemacetan, sebab para pemudik akan dihadapkan pada beberapa pengerjaan proyek di jalur tersebut mulai Light Rail Transit (LRT), kereta cepat, hingga pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated.

Setelah keluar dari Cikampek, para pemudik bisa keluar di gerbang Tol Cikopo untuk menggunakan jalur arteri Pantura, atau juga bisa langsung masuk jalan tol Cikopo-Palimanan dengan panjang 116 km. Di tol ini, pemudik hanya melakukan pembayaran di gardu tol Palimanan. Pemudik diminta memperhatikan kondisi bahan bakar, mengingat sepanjang tol ini hanya ada rest area yang terbatas.



Setelah itu, pemudik lanjut masuk ke jalan tol Palimanan-Kanci dengan panjang ruas 28,8 km. Lanjut masuk ke ruas tol Kanci-Pejagan yang memiliki panjang 36 km.

Setelah memasuki kawasan Pejagan, pemudik bisa langsung memasuki jalan tol yang baru dioperasikan tahun lalu, yaitu Pejagan-Pemalang yang saat ini baru difungsikan secara komersial hingga pintu tol Brebes Timur.

Berbeda dari tahun lalu, setelah dari Brebes Timur pemudik bisa langsung melanjutkan masuk ke jalur tol hingga ke Pemalang, lanjut Pemalang-Batang, lalu Batang-Semarang. Setidaknya akan ada tambahan sekitar 145 km jalur tol yang akan difungsionalkan gratis hingga keluar di Gringsing.

Pada ruas fungsional ini, dipastikan seluruh pengerjaan jalan telah diberhentikan terlebih dahulu, hal ini untuk memperlancar arus mudik dari H-10.

"Secara umum pengerjaan sudah berhenti, kemarin saya lewat jalur fungsional relatif sudah tidak ada yang bekerja, memang ada satu dua yang tanggung, kemarin sih tapi hari ini sudah enggak, udah bersih bersih kok udah pindahin alat," jelas Herry.

Setelah keluar di Gringsing, pemudik harus melalui jalur pantura untuk terlebih dahulu melewati Kota Kendal. Baru pemudik bisa masuk ?ke jalan tol lagi tepatnya ruas Semarang-Solo yang bisa masuk di daerah Ngaliyan.

Di ruas tol ini, pemudik hanya akan membayar jalan tol hingga pintu gerbang Bawen. Setelah itu, pemudik bisa melanjutkan melalui jalan tol hingga ke Salatiga secara fungsional dengan kondisi beton sudah sempurna, ditambah pemandangan indah pegunungan sepanjang 17 km, bahkan di gerbang tol Salatiga, pemudik akan dihadapkan pemandangan Gunung Merbabu yang diklaim menjadi ruas tol yang terindah saat ini.

Keluar Salatiga, pemudik bisa memanfaatkan jalur arteri ruas Salatiga-Solo yang melalui Boyolali?, memasuki daerah Ngasem, nantinya pemudik bisa memanfaatkan ruas tol Solo - Kertosono (Soker) ruas Solo - Mantingan - Ngawi sepanjang 65 km.

Ruas tol ini sudah berbentuk beton rigid, hanya ada beberapa ruas saja yang masih beton tipis (lean concrete) yang bisa digunakan untuk jalur mudik mulai 19 Juni 2017 sampai 26 Juni 2017 (satu arah dari barat ke timur), sedangkan untuk jalur arus balik 27 Juni sampai 2 Juli 2017 satu arah timur ke barat.

Diakui pula, di sepanjang jalur tol Solo - Mantingan - Ngawi masih ada sekitar 50 perlintasan warga, hal ini yang dianggap menjadi alasan tidak bisa dibukanya ruas tol ini selama 24 jam. Pelayanan arus mudik dan balik mulai pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Adapun ruas tol ini terdiri dari Kartasura-Pungkruk (sragen) sepanjang 35 km, Pungkruk (Sragen)- Widodaren sepanjang 29 km, Kartasura-Widodaren (Walikukun) sepanjang 64 km, disediakan pula 5 rest area di tiap 10 km.