Govtech

Ini Dia Para Inovator Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2025

Tasya Safira
Ini Dia Para Inovator Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2025

Uzone.id - Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025 telah rampung diselenggarakan, menegaskan posisinya sebagai program kunci yang menjaring talenta inovatif dari Siswa/i SMA/SMK dan Mahasiswa/i di seluruh Indonesia.

Program ini secara khusus berfokus pada dua tantangan global: ‘Pemanfaatan Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Sustainability via Technology’ dan Perubahan Sosial melalui Olahraga dan Teknologi: Untuk Pendidikan dan Masa Depan yang Lebih Baik (Social Change through Sport & Tech: For Education & a Better Future).



SFT 2025 berhasil memotivasi anak muda untuk merancang solusi berbasis teknologi guna menjawab isu-isu sosial dan lingkungan yang ada di sekitar mereka.

Dari total 674 tim yang berpartisipasi di babak penyisihan, Selasa (15/10) Samsung memberikan penghargaan kepada enam tim finalis terbaik.

Pencapaian ini menegaskan dedikasi Samsung dalam memberdayakan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan penyelesaian masalah (problem solving) dengan memanfaatkan teknologi.

Ragam Inovasi Peserta SFT 2025

Inovasi yang diakui dalam SFT 2025, menunjukkan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan Kecerdasan Buatan (AI) dan teknologi cerdas untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak nyata di masyarakat. Berikut ragam inovasi peserta SFT 2025:

Pemenang Kategori Pendidikan Tinggi (D3, D4, S1)



Kategori ini didominasi oleh proyek yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan dukungan sosial:

               

  • Juara 1 diraih tim LABMINO dari Universitas Indonesia. Mereka memperkenalkan RunSight, yaitu kacamata pintar yang memanfaatkan AI untuk memberikan panduan suara real-time kepada pelari tunanetra, menjamin keamanan dan kemandirian dalam berolahraga.

  • Juara 2 ditempati tim Hackie Chan dari Universitas Brawijaya dengan inovasi Pantara. Pantara adalah platform digital berbasis AI yang mampu memprediksi tanggal kedaluwarsa bahan pangan segar. Solusi ini berperan penting dalam manajemen stok makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), meminimalisir pemborosan (waste) dan menjamin kualitas pangan.

  • Juara 3 menjadi milik tim KYGB dari BINUS University yang menciptakan Gesti Talk. Aplikasi penerjemah bahasa isyarat bertenaga AI ini memfasilitasi komunikasi antara teman tuli dan masyarakat umum di ruang publik, membuka akses dan inklusivitas sosial.

Pemenang Kategori SMA/SMK/MA




Inovasi dari tingkat Sekolah Menengah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan pertanian berkelanjutan:

  • Juara 1 dimenangkan tim FUNGAES dari SMAN Unggulan M.H. Thamrin. Proyek mereka, MYCOSENSE - Sensing the Soil Securing the Future, adalah sistem cerdas untuk memantau kualitas tanah menggunakan jaringan jamur alami dan Edge-AI, memberikan data presisi demi efisiensi pertanian.

  • Juara 2 diraih tim TIMSES dari MAN 2 Kota Malang dengan inovasi EcoZone. Sistem ini menawarkan solusi pengolahan limbah cair dari industri pertanian menggunakan metode electro-ozonation dan Internet of Things (IoT) untuk menjaga kelestarian lingkungan.

  • Juara 3 disabet tim R2045 NEST-X dari MAS International Technonatura berkat Kandang H.I.J.A.U. Ini adalah inovasi kandang ayam otomatis yang dilengkapi smart sensor dan ditenagai panel surya, menjanjikan efisiensi operasional dan jejak lingkungan yang lebih kecil.

Semangat Kolaborasi dan Ambisi Global

SFT 2025 menjadi landasan penting yang mempertemukan visi Samsung dengan dukungan pemerintah.

Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, mengungkapkan antusiasmenya atas keberanian generasi muda dalam berkreasi, yang ia sebut lahir dari lingkungan sekitar.

“Keberanian generasi muda dalam berkreasi lahir dari lingkungan sekitar mereka. Kami berupaya mendorong inovasi ini ke tingkat tertinggi, di mana para pemenang berpotensi terpilih sebagai SFT Global Ambassador dan memamerkan ide mereka di kancah internasional, seperti Winter Olimpiade di Milan, Italia.” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Banu Pribadi, Head of Product Integration Group Samsung R&D Institute Indonesia, mengungkapkan “Kami berharap Samsung dapat mengajak dan menumbuhkan rasa keingintahuan para peserta, lewat pengembangan produk ataupun alat, yang akan didampingi langsung oleh tim ahli Samsung. Ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi yang nyata, dan berdampak bagi masyarakat."

Lalu, dukungan pemerintah terhadap kolaborasi ini sangat kuat. Dr. Muhammad Muchlas Rowi, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Indonesia, menyoroti pentingnya kemampuan yang harus dimiliki oleh para generasi muda.

"Sangat penting untuk memelihara rasa curiosity dan creativity para pelajar. Program ini adalah media penting yang sejalan dengan inisiatif kementerian dalam mendorong penguasaan coding dan AI. Kami juga menekankan konsep 'Partisipasi Semesta,' yaitu harapan agar mitra swasta berperan aktif untuk mendorong peluang para generasi muda, sehingga tanggung jawab pengembangan talenta tidak selalu bertumpu pada pemerintah.” ungkapnya. 



Sementara, Drs. Soeparto, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyampaikan rasa terima kasih atas ide-ide yang telah diberikan para Siswa/i dan Mahasiswa/i di ajang SFT 2025 ini.

"Kami memberikan apresiasi tulus atas dedikasi pengembangan ide dari para inovator muda, seraya melihat SFT sebagai magnet bagi intelektual muda. Namun, kami menitipkan pesan agar ruang dan semangat yang lebih luas juga diberikan kepada mahasiswa tingkat diploma," tambah dia.

Dengan semangat kuat “Together for Tomorrow!”, Samsung menegaskan Solve for Tomorrow akan terus menjadi platform yang memfasilitasi generasi muda, untuk mempertajam kemampuan berpikir kritis dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi komunitas.

Melalui sinergi erat antara edukasi, teknologi, dan kreativitas, Samsung berkomitmen penuh untuk melahirkan lebih banyak inovator muda yang membawa perubahan positif bagi Indonesia dan dunia.