Automotive

Ingat Timor? Mobil Nasional yang Pernah Sukses Sebelum Dilanda Krisis

Brian Priambudi
Ingat Timor? Mobil Nasional yang Pernah Sukses Sebelum Dilanda Krisis

Uzone.id - Belum lama ini Presiden Prabowo Subianto mengatakan ingin menghadirkan mobil nasional yang menjadi cita-cita Indonesia sejak lama. Kalau kalian ingat, Timor juga sempat menjadi mobil nasional yang cukup sukses, bagaimana sejarahnya?

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, mobil nasional Timor merupakan gagasan dari mantan Presiden Soeharto pada awal tahun 1990-an.

Untuk menyukseskannya, Soeharto membuat aturan soal pajak impor mobil yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional.

Dengan aturan tersebut, mobil nasional Timor seperti mendapatkan sambutan, karena terdapat kemudahan di bidang perpajakan dari pembebasan bea masuk atas impor komponen, pemberlakuan tarif pajak pertambahan nilai 10 persen, kemudian pembayaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah ditanggung pemerintah.

Aslinya, Timor merupakan gagasan salah satu anak Soeharto yakni Hutomo mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto.

Tommy sendiri memiliki hobi di dunia otomotif dan memiliki sejumlah koleksi mobil mewah seperti Lamborghini dan Audi.

Tommy membangun Timor dengan bantuan seorang pengusaha Setiawan Djody yang memiliki perusahaan di Bermuda bernama Megatech.

Kemudian keduanya memutuskan untuk membeli Lamborghini tahun 1994 untuk dipelajari, yang turut dibantu oleh Vector Aeromotive.

Pada 19 Februari 1996, Tommy mulai membuat perusahaan yang disebut PT Timor Putra Nasional (TPN). Timor juga merupakan singkatan dari Teknologi Industri Mobil Rakyat.



Kala itu, Timor dikabarkan meminjam desain dan teknologi dari Lamborghini, namun di 28 Februari 1996 Soeharto meminta Menteri Ekonomi Indonesia yang dijabat Tungky Ariwibowo untuk mempercepat pengembangan mobil nasional.

Soeharto pun rela menggelontorkan dana yang besar demi mobil nasional Indonesia bisa segera terwujud, banyak perusahaan yang berminat membantu demi suntikan dana itu tetapi hanya Timor yang dipilih.

Tungky pun meminta Timor untuk setidaknya bisa memproduksi 15.000 mobil pada September 1996, jika gagal suntikan dana harus dikembalikan ke pemerintah.

Dengan cepat, Tommy membangun pabrik mobilnya di kawasan Cikampek. Kemudian di 8 Juli 1996 Timor mengenalkan model S515 yang ternyata hanya hasil rebadge dari mobil Kore Selatan, Kia Sephia.





Di bulan yang sama juga, Timor S515 sudah bisa dipesan dan pengiriman ke konsumen dilakukan pada September 1996.

Saat diluncurkan, Tommy memasang target ambisius hingga 70.000 unit pertahun, padahal kala itu pangsa pasar mobil Indonesia hanya mencapai 150.000 unit per tahun.

Harga jualnya juga sangat terjangkau, karena Timor hanya dibanderol sebesar USD 250, atau setara Rp35-37 jutaan pada masa itu.

Memang banyak yang mencibir soal mobil nasional Timor S515 karena merupakan hasil rebadge dari logo Kia ke Timor saja.

Namun kala itu Kia disebut sebagai satu-satunya perusahaan otomotif yang mau menjual mobilnya di Indonesia tanpa emblem alias kosongan.

Harga yang murah meskipun diimpor secara utuh, dikarenakan adanya pembebasan dari pajak dan bea lainnya pada Timor S515, berbeda dari mobil impor lainnya yang dijual pada saat itu.



Ditambah lagi, Kia Sephia yang dijual sebagai Timor di Indonesia tidak dilengkapi fitur airbag dan ABS, padahal di Korea Selatan sudah memiliki komponen tersebut.

Meski banyak kontroversi, namun mobil nasional Timor terbilang cukup sukses secara penjualan, dari data Gaikindo di tahun pertamanya Timor masuk ke posisi enam besar penjualan mobil tahun 1997.

Timor mampu menjual hampir mencapai 20 ribu unit, tepatnya 19.471 unit yang bahkan lebih besar dari Nissan yang kala itu merupakan raksasa otomotif dengan penjualan 9.037 unit.

Data penjualan Timor terakhir dari Gaikindo berlangsung di tahun 2008, yakni hanya sebesar 4 unit saja sepanjang tahun.

Pamor Timor memang tidak bertahan lama. Bahkan merek ini ikutan runtuh setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut.

Selain itu tumbangnya rezim Soeharto juga memaksa proyek mobil nasional Timor juga ikut ditutup.