Telco

Indosat Rombak Jajaran Direksinya, Fokus Garap Ekosistem AI

Muhammad Faisal Hadi Putra
Indosat Rombak Jajaran Direksinya, Fokus Garap Ekosistem AI

Uzone.id - PT Indosat Tbk (Indosat) baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan sejumlah keputusan penting. Indosat berambisi untuk segera bertransformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis AI, sekaligus mengumumkan perombakan formasi pimpinan dan pembagian dividen hingga triliunan Rupiah. 

Di tengah kondisi ekonomi makro yang menantang sepanjang tahun ini, Indosat membuktikan bisnisnya tetap solid. Hal ini menjadi modal utama mereka untuk menandai fase pertumbuhan baru seiring percepatan strategi ‘AI North Star’. 

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa perusahaan kini fokus untuk mengintegrasikan AI ke seluruh lini operasi bisnisnya. Strategi ini bertujuan untuk mendorong kinerja efisien demi pertumbuhan bisnis dua digit yang konsisten.

"Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen,” ujar Vikram dalam keterangannya.

Langkah transformasi ini mulai terlihat dari transisi Indosat yang tidak lagi sekadar berjualan konektivitas atau paket data. 

Mereka perlahan berevolusi menjadi AI-native telco, dengan mengintegrasikan AI ke seluruh operasi inti untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal melalui AI hyper-personalization, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi belanja modal. 

Lebih lanjut, Indosat juga memperluas layanannya dengan membuka peluang pertumbuhan baru di bidang sovereign AI, cloud, dan keamanan siber. 

Dengan kapabilitas utama yang telah terbangun, perusahaan kini memasuki fase ekspansi untuk mendorong pertumbuhan eksponensial pada layanan berbasis AI, baik di segmen konsumen maupun enterprise.

Salah satu pergerakan paling agresif adalah kolaborasi perusahaan dengan Nvidia, yang sempat dipamerkan di ajang Nvidia GTC 2026. Lewat kemitraan ini, Indosat meluncurkan ‘Sahabat-AI’, sebuah platform ekosistem kecerdasan buatan yang dikembangkan dengan dukungan model AI terbuka dari Nvidia Nemotron.

Menariknya, Sahabat-AI dirancang agar relevan dengan bahasa dan budaya lokal. Platform ini berfokus pada kolaborasi, sehingga para developer, pelaku bisnis, UMKM, hingga institusi di Indonesia bisa ikut mengembangkan solusi AI mereka sendiri.

Untuk memastikan teknologi ini tidak cuma berpusat di kota-kota besar, Indosat juga membangun infrastruktur ‘AI Grid’. Singkatnya, AI ini memanfaatkan cakupan jaringan dan pusat data Indosat untuk mendistribusikan tenaga komputasi AI ke seluruh Indonesia.

Perombakan jajaran direksi Indosat


Guna mengeksekusi visi AI besar-besaran ini, pemegang saham sepakat melakukan perombakan di jajaran manajemen. RUPST secara resmi menyetujui pengangkatan tiga nama baru untuk menduduki kursi Direksi, yakni Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir.

Ketiga nama ini didapuk karena rekam jejak mereka yang mentereng di bidangnya masing-masing. Reski Damayanti misalnya, ia membawa pengalaman lebih dari dua dekade di urusan hukum dan regulasi. Kehadirannya diharapkan bisa memperkuat kerangka tata kelola perusahaan, sekaligus mengawal regulasi terkait inisiatif AI Indosat seperti fitur anti-scam dan anti-spam.

Sementara itu, Apoorva Mehrotra merupakan sosok berpengalaman internasional dengan jam terbang 25 tahun di kawasan Asia dan Afrika. Ia pernah menduduki posisi strategis di Airtel dan Vodafone. Di Indosat, Apoorva ditugaskan untuk menggenjot performa bisnis sekaligus mengawal transformasi digital perseroan.

Melengkapi formasi jajaran eksekutif ini, ada Honesti Basyir, sosok yang sudah puluhan tahun malang melintang di industri telekomunikasi dan berbagai sektor strategis lainnya di Indonesia. Dengan pengalamannya, ia dipercaya untuk mempercepat laju eksekusi pengembangan AI di dalam tubuh perseroan.

Selain perombakan di kursi Direksi, rapat ini juga menyetujui pengangkatan Seppalga Ahmad sebagai Komisaris yang baru. 

Bersamaan dengan penyegaran formasi ini, Indosat memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar dari jabatan Direktur serta Achmad Syah Reza dari pos Komisaris. Pihak perseroan turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi dan dedikasi keduanya selama masa jabatan.

Bagi-bagi dividen Rp3,57 triliun


Sebagai penutup RUPST, ada pengumuman yang sudah ditunggu-tunggu oleh para investor. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti kinerja bisnis yang solid, Indosat sepakat untuk menebar dividen tunai mencapai lebih dari Rp3,57 triliun, atau angka tepatnya di Rp3.579.840.016.227.

Bila dihitung, rasio guyuran dividen ini setara dengan Rp111 per lembar saham. Adapun, dividen tersebut akan dibagikan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.