Indonesia Peringkat 2 Internet Termurah ASEAN, Speed-nya Gimana?
Uzone.id – Akses internet telah menjadi hal esensial di kehidupan sehari-hari tak hanya untuk berkomunikasi, namun juga mendukung sektor edukasi, kesehatan, dan menjadi tulang punggung ekonomi global. Selain kualitas jaringan internet, harga juga kerap disorot.
Laporan bertajuk Global Broadband Price League 2026 dari Broadband Genie membandingkan harga layanan fixed broadband (internet kabel/rumahan) di 214 negara di seluruh dunia.
Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi harga fixed broadband secara global. Lantas, berada di peringkat berapakah Indonesia?
Secara global, Indonesia menempati peringkat 12 dunia negara dengan harga internet broadband termurah. Sedangkan skala regional Asia Tenggara, Indonesia ada di peringkat dua.
Harga rata-rata internet fixed broadband berdasarkan laporan tersebut berada di kisaran USD10,66 atau setara Rp185 ribu per bulan.
Sedangkan peringkat nomor satu di Asia Tenggara, yakni Vietnam, harganya di kisaran USD10,24 atau sekitar Rp177 ribuan per bulan. Vietnam sendiri menempati peringkat ke-11 dunia.
Seperti apa gambaran negara dengan harga internet fixed broadband termurah di dunia? Iran didapuk sebagai negara internet fixed broadband termurah sedunia dengan harga rata-rata USD2,61 atau setara Rp45 ribuan.
Dari laporan tersebut disebutkan bahwa nilai mata uang rial Iran mengalami depresiasi signifikan terhadap dolar AS per Februari 2026. Selain itu, pemerintah Iran memberikan subsidi besar pada infrastruktur internet untuk mendukung pengembangan National Information Network (NIN) yang sifatnya tertutup dan dikendalikan negara.
Kembali ke kawasan Asia Tenggara, berikut daftar negara dengan harga internet fixed broadband dari yang termurah ke paling mahal:
- Vietnam: USD10,24, setara Rp177 ribu per bulan
- Indonesia: USD10,66, setara Rp185 ribu per bulan
- Myanmar: USD20,12, setara Rp349 ribu per bulan
- Thailand: USD22,30, setara Rp387 ribu per bulan
- Kamboja: USD30, setara Rp520 ribu per bulan
- Singapura: USD30,74, setara Rp533 ribu per bulan
- Filipina: USD34,16, setara Rp593 ribu per bulan
- Malaysia: USD37,98, setara Rp659 ribu per bulan
- Laos: USD41,08, setara Rp713 ribu per bulan
- Brunei: USD63,25, setara Rp1,098 juta per bulan
- Timor Leste: USD124,50, setara Rp2,162 juta per bulan
Harga sesuai kualitas yang didapat?
Berbicara soal kualitas, dari perspektif pelanggan cenderung mengutamakan kecepatan akses internet yang mereka dapatkan. Berdasarkan data Speedtest per Maret 2026, fixed broadband Indonesia berada di peringkat 115 dunia dengan kecepatan di 45,91 Mbps.
Angka tersebut masih di bawah target Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di tahun ini yang memproyeksikan kecepatan fixed broadband minimal di angka 50 Mbps di tahun 2026 ini.
Sebagai negara di ASEAN dengan harga internet termurah, kecepatan internet fixed broadband Vietnam menempati posisi peringkat 12 dunia di angka 281,72 Mbps.
Meski kecepatan fixed broadband Indonesia belum maksimal dan belum sekencang Vietnam, seharusnya masih ada ruang peningkatan kecepatan bagi para penyedia jasa internet di Indonesia untuk berbenah agar kualitasnya semakin tinggi.
Bagaimana dengan kecepatan fixed broadband negara-negara Asia Tenggara lainnya? Berikut daftarnya:
- Singapura: 425,46 Mbps
- Vietnam: 281,72 Mbps
- Thailand: 279,65 Mbps
- Malaysia: 153,20 Mbps
- Filipina: 109,86 Mbps
- Brunei: 90,29 Mbps
- Laos: 56,30 Mbps
- Kamboja: 53,08 Mbps
- Indonesia: 45,91 Mbps
- Myanmar: 30,94 Mbps