Impor Satu Pintu Pertamina, Muncul Isu BBM Tercampur Air
Uzone.id - Pertamina dan para operator swasta sedang proses kebijakan baru skema impor BBM satu pintu melalui perusahaan plat merah tersebut. Kepercayaan publik pun diuji melalui skema ini.
Belum juga prosesnya selesai, Pertamina sudah diganggu oleh isu yang bisa kembali berpotensi menghilangkan kepercayaan masyarakat, yakni kontaminasi BBM.
Ini bukan kejadian pertama kali dan sudah berulang, dimana BBM di salah satu SPBU Pertamina tercampur air dan dikeluhkan konsumen.
Jadi, heboh di media sosial warga membeli bensin yang diduga tercampur air saat mengisi di Kebon Nanas, Kota Tangerang.
Salah satunya diunggah melalui X akun @tkkdaritng. Narasi video itu menyebutkan motor mendadak mati setelah mengisi bensin di Pertamina.
"Akhirnya dibawa ke bengkel dan diperiksa mulai dari sensor TPS motor sampai fuel pump," tulis akun tersebut.
"Setelah itu baru dicek bensinnya. Pada saat disedot ke dalam botol, yang keluar adalah 50% air, 50% bensin. Ini jadi penyebab motor tersebut tidak bisa menyala," tambahnya lagi.
"Korban sudah datang menemui petinggi SPBU Kebon Nanas, namun pihak Pertamina menyatakan tidak ada campuran Pertamax dengan air," ungkapnya lagi.
Video tersebut memperlihatkan seorang warga menampung hasil penyedotan dari tangki bensin motornya menggunakan selang bening. Terlihat air mengalir sepanjang selang tersebut dan ditampung dalam botol plastik yang juga bening.
PT Pertamina Patra Niaga mengingatkan bahwa masyarakat bisa melaporkan keluhan soal kualitas bahan bakar minyak (BBM) Pertamina ke Call Center 135, merespons dugaan BBM yang dioplos air.
"Dugaan perlu diperjelas, ya. Konsumen dapat menyampaikan keluhan dengan menunjukkan bukti struk pembelian di SPBU yang bersangkutan," kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, dikutip dari Antara.
Roberth menyampaikan, konsumen juga bisa menyebutkan nomor Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ditemukan menjual BBM yang diduga dioplos dengan air.
"Berat jenis air dan BBM ini berbeda, maka BBM akan ada di atas air saat dalam satu tempat yang sama," ujar Roberth.
Selain itu, Roberth juga menyoroti pentingnya kepastian kronologi, termasuk apakah hanya kendaraan tersebut yang mendapatkan kandungan air dalam BBM-nya, atau terdapat kendaraan lain yang mengalami hal serupa.
"Untuk SPBU, dilakukan pengecekan secara rutin setiap harinya untuk memastikan kualitas BBM yang disediakan untuk masyarakat," tutur Roberth.
Apabila masyarakat melaporkan keluhan dengan data yang jelas, baik kejelasan bukti pembelian di SPBU dan dapat diverifikasi, Roberth menyampaikan Pertamina akan melakukan pendalaman dan pemeriksaan.
"Masyarakat dapat melaporkan keluhan, masukan, dan saran ke Pertamina Call Center 135, ya," kata dia.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan kalau operator BBM Swasta sudah sepakat untuk mengimpor BBM dari Pertamina.
Dengan kesepakatan baru ini, mulai pekan depan stok bensin di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Shell, BP-AKR dan Vivo bisa jualan bensin lagi.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia seusai rapat dengan petinggi Shell, BP-AKR, Vivo, Pertamina, dan stakeholder terkait lainnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/9)
“Kami baru selesai rapat dengan swasta dan Pertamina. Ada 4 hal mereka setuju dan harus setuju untuk kolaborasi dengan Pertamina,” ujar Bahlil.
Adapun para pelaku usaha bahan bakar asing itu setuju dengan keputusan pemerintah karena nantinya mereka menerima minyak mentah.
Sehingga, masing-masing brand masih bisa mempertahankan kualitasnya dengan menyesuaikan zat aditif di produknya.