Automotive

IMOS 2025: Industri Motor Indonesia Harus Lebih Inovatif dan Aman

Bagja Pratama
IMOS 2025: Industri  Motor Indonesia Harus Lebih Inovatif dan Aman

Uzone.id - Meskipun secara penjualan berkali-kali lipat dari mobil, industri sepeda motor di Tanah Air cenderung adem ayem. Karenanya, industri sepeda motor nasional ditantang untuk bisa lebih berinovasi.

Ajang seperti Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 sudah seharusnya menjadi momentum untuk industri roda dua untuk beradaptasi, menghadirkan inovasi, sekaligus menekankan pentingnya keselamatan berkendara.



Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman mengatakan, penjualan sepeda motor hingga Agustus mencapai 4,2 juta unit, turun tipis 1,7 persen dibanding tahun lalu.

“Sepeda motor masih menjadi kebutuhan. Momentum ini kami gunakan untuk berinovasi menghadirkan produk sesuai kebutuhan dan perkembangan transportasi,” ucap Loman saat acara pembukaan IMOS 2025, Rabu (24/9).

Menurut Loman, peran motor di Indonesia semakin besar karena terjangkau dan praktis, serta menjadi bagian penting mendukung produktivitas.

Loman menambahkan, tahun ini IMOS menampilkan 15 merek motor ICE, enam merek listrik, dan 50 industri pendukung.

“Pameran ini menunjukkan komitmen AISI mendukung industri otomotif, sekaligus mendorong pencapaian target penjualan motor tahun ini di atas 6,4 juta sampai 6,7 juta unit,” kata Loman.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, IMOS 2025 sesuai dengan tema yang menekankan teknologi cerdas, keselamatan berkendara, dan ramah lingkungan.

“Indonesia kini menjadi negara manufaktur terbesar ke-13 dunia dan kelima di Asia. Ekspor otomotif roda dua kita mencapai 366.000 unit CBU, naik 5,2 persen secara tahunan,” ujar Faisol.

Faisol menekankan pentingnya penyusunan peta jalan (road map) industri roda dua di era teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Negara lain sudah menyiapkan kendaraan nirawak, bukan tidak mungkin roda dua juga. Fase transisi, akselerasi, hingga kemandirian harus disiapkan agar Indonesia jadi kekuatan baru industri otomotif,” kata Faisol.

Dari sisi keselamatan, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengingatkan, sepeda motor menyumbang hampir 60 persen kecelakaan lalu lintas.



“Lalu lintas itu urat nadi dan cerminan budaya bangsa. Kami mengimbau pengguna jalan mengedepankan keselamatan, patuh, dan tertib, karena keselamatan adalah yang utama,” ujar Agus.

Agus menegaskan Korlantas mendukung penuh kolaborasi dengan AISI dalam setiap program, termasuk edukasi keselamatan berkendara.

“Kami apresiasi IMOS, karena selain memamerkan perkembangan industri, juga menjadi ruang menyampaikan pesan keselamatan,” ucap Agus.