Imbas Perang Iran-Israel, Grab Naikkan Tarif Layanan di Singapura
Uzone.id — Grab Singapura
mulai ikut terdampak konflik Iran dan Israel-AS, hal ini terlihat dari
kebijakan terbaru platform ride-hailing tersebut yang mulai menaikkan harga
layanan imbas dari pasokan bahan bakar minyak dan gas yang terganggu.
Layanan yang terkena imbas adalah layanan taksi GrabCab
dimana Grab akan menaikkan tarif argo mereka mulai 30 Maret hingga 31 Mei 2026
mendatang.
Melansir dari CNA, Rabu, (25/03), penyesuaian tarif ini berlaku untuk perjalanan taksi argo, termasuk yang dihentikan langsung di jalan maupun yang dipesan melalui aplikasi Grab.
Perwakilan Grab Singapura menyebut bahwa langkah ini diambil
sebagai bagian dari upaya dukungan yang lebih luas agar memastikan pengemudi
tetap bisa beroperasi secara berkelanjutan di tengah harga bahan bakar yang
masih berfluktuasi.
“Meskipun tarif tiap perjalanan bisa berbeda, GrabCab telah
menyesuaikan kenaikan ini untuk memberikan bantuan langsung kepada pengemudi di
setiap kilometer yang mereka tempuh,” kata perusahaan tersebut.
Penyesuaian tarif ini berlaku pada jarak dan jangka waktu tunggu dalam argo taksi. Tarif per unit perjalanan GrabCab akan naik menjadi SGD0,27 dari sebelumnya SGD0,26.
“Unit ini dikenakan setiap 400 meter (untuk jarak 1 km
hingga 10 km), setiap 350 meter (setelah 10 km), atau setiap 45 detik waktu
tunggu,” jelas Grab.
Juru bicara GrabCab juga menjelaskan bahwa perhitungan biaya
bagi pengemudi mereka berubah dengan cepat seiring meningkatnya harga bahan
bakar.
“Setelah pemberian voucher bahan bakar minggu lalu,
penyesuaian argo ini menjadi langkah lanjutan yang diperlukan untuk membantu
menutup sebagian biaya tambahan yang ditanggung pengemudi di setiap
perjalanan,” kata juru bicara tersebut.
Saat ini, baik Grab maupun GrabCab terus melakukan
pemantauan dan berkomitmen akan mencari cara lain untuk mendukung mitra
pengemudi selama periode yang tak menentu.
Hingga saat ini, layanan taksi milik Grab–GrabCab–sendiri
terus mengalami penambahan armada dengan jumlah mencapai 345 unit per Januari
2026 kemarin. GrabCab sendiri diluncurkan oleh Grab di Singapura pada Juli 2025
lalu.