Imbas Konten Animasi Bertema LGBT, Komdigi dan DPR RI Awasi Netflix
Uzone.id — Konten LGBT di
tayangan-tayangan animasi Netflix menjadi hal yang disorot saat ini, salah
satunya adalah Elon Musk yang terang-terangan mengajak 200 juta followers-nya
untuk membatalkan langganan.
Hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi Kementerian
Komunikasi Digital dan DPR RI. Meski saat ini belum ada aduan yang diajukan
kepada Komdigi terkait konten-konten yang meresahkan, namun Komdigi tetap
melakukan pengawasan pada platform streaming tersebut.
“Ya, pastinya semua PSE kita awasi. Apalagi untuk anak, perlindungan anak kan kita upayakan untuk itu kan, ” kata Direktur Jenderal Pengawasan Digital Kemkomdigi Alexander Sabar, Kamis lalu, (04/10).
Ia melanjutkan, jika nantinya ada aduan mengenai konten di
Netflix, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada platform terkait.
“Yang seperti kita lakukan selama ini, kalau ada aduan
masuk, kita akan melihat, kita panggil untuk melakukan konfirmasi. Karena
layanan OTT (Over The Top) ini atau Video On Demand ini kan agak berbeda dengan
PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) yang user-generated content itu, kan?”
tambahnya.
Menjawab secara terpisah, DPR RI bahkan menyayangkan adanya
konten-konten bernuansa LGBT di animasi-animasi anak. Wakil Ketua Komisi 1 DPR
RI, Sukamta pun meminta Komdigi untuk segera melakukan tindakan tegas.
“Kami sangat menyayangkan adanya tayangan Netflix dengan konten pro-LGBT dalam film animasi yang menjadi konsumsi anak-anak. Saya mendukung Komdigi untuk bertindak tegas, termasuk rencana Komdigi yang akan memanggil Netflix,” kata Sukamta, dikutip Sabtu, (04/10).
Sukamta juga meminta Netflix agar tidak menayangkan serial
atau tayangan tersebut ke Indonesia. Ia juga meminta bahwa setiap konten-konten
dari luar negeri harus menyesuaikan dengan normal yang berlaku.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus bisa menekan
Netflix untuk mencegah konten-konten sensitif seperti itu.
Sebelumnya, Elon Musk secara tiba-tiba mengajak 227 juta
followers-nya di X untuk membatalkan langganan Netflix secara bersamaan.
Usut punya usut ajakan ini muncul setelah Musk bersama dengan akun-akun populer
lainnya mengkritik Netflix soal serial animasi berjudul ‘Dead End: Paranormal
Park’ dan penciptanya, Hamish Steele.
Berdasarkan postingannya, animasi ini dianggap mempromosikan
ideologi transgender atau LGBTQ kepada anak-anak di platform streaming
tersebut. Tak hanya itu, animasi lain seperti Cocomelon Lane juga jadi sorotan
dalam aksi ini. Animasi ini disebut menampilkan anak laki-laki menggunakan
dress wanita dan menari bersama orang tuanya yang merupakan gay.