Imbas Efisien, Agoda PHK 50 Karyawan di 3 Negara
Uzone.id – Startup asal
Singapura–yang juga beroperasi di Indonesia, Agoda dikabarkan telah melakukan
pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 50 karyawan mereka di 3 negara, yaitu
di China, Singapura dan Hungaria pada Rabu, (17/09).
Menurut laporan The Business Times, keputusan ini
sudah diambil dari satu bulan sebelumnya, tepatnya pada 4 Agustus 2025 dalam
sebuah virtual town hall.
Posisi yang terkena dampak dari pemangkasan karyawan ini berasal dari divisi customer experience di Singapura, Shanghai, dan juga Budapest. Imbasnya, Agoda kini menghapus seluruh peran terkait customer experience di tiga kota tersebut, termasuk spesialis layanan pelanggan hingga manajer regional.
“Langkah ini dirancang untuk menggabungkan tim dukungan
pelanggan kami di area-area di mana kami memiliki fleksibilitas dan kapabilitas
operasional terkuat seiring dengan terus berkembangnya bisnis kami," kata
perusahaan.
Dalam keterangannya, manajemen platform traveling tersebut
menyebut bahwa alasan efisiensi biaya serta kesulitan rekrutmen sebagai faktor
utama PHK ini.
Perusahaan juga menambahkan bahwa mereka “tetap berkomitmen untuk mempertahankan kehadiran mereka di Singapura dan terus mematuhi peraturan lokal yang berlaku."
Namun, terdapat hal yang cukup kontroversial dalam
pemangkasan ini. Dalam dokumen pesangon yang dibagikan, karyawan yang terdampak
diminta untuk tidak melaporkan PHK ini ke lembaga pemerintah maupun serikat
pekerja.
Jika hal itu dilakukan, manfaat pesangon yang dijanjikan
berisiko dicabut.
Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa staf yang mengajukan
klaim hukum terhadap Agoda harus menanggung biaya yang timbul dari proses
tersebut.
Meski begitu, Agoda masih membuka lowongan untuk posisi customer
experience di pasar lain, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Bangkok.