Gadget

HP Samsung Flagship Palsu Dijual Murah di India, Ini Modusnya

Hayyitita Nastatih
HP Samsung Flagship Palsu Dijual Murah di India, Ini Modusnya

Uzone.id — Sindikat ponsel ilegal di India memanfaatkan tingginya harga flagship Samsung dengan menjual versi tiruan yang nyaris menyerupai aslinya. Dengan harga hampir setengah dari harga resmi, ponsel palsu ini dipasarkan sebagai Galaxy S series, Galaxy Z Fold series, dan Galaxy Z Flip series, lengkap dengan IMEI palsu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan yang mencurigai aktivitas sebuah toko di kawasan Beadon Pura, Karol Bagh, New Delhi. Toko tersebut diduga membeli ponsel bekas, bahkan ponsel hasil curian, untuk kemudian dirakit ulang dan dijual kembali sebagai ponsel Samsung premium.

Setelah melakukan pemantauan dan pengumpulan bukti, kepolisian India akhirnya melakukan penggerebekan pada 14 Desember lalu.

Saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan aktivitas perakitan ponsel ilegal di lokasi. Polisi kemudian menyita sekitar 512 unit ponsel yang dipasarkan sebagai Samsung flagship.

         


Selain ponsel jadi, aparat juga mengamankan ratusan komponen elektronik, bahan kemasan, stiker, serta berbagai alat yang digunakan untuk merakit perangkat tersebut.

Empat orang pelaku ditangkap di tempat kejadian dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Beli komponen di China, pakai IMEI palsu

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terungkap bahwa sindikat ini memperoleh komponen utama ponsel dari pemasok luar negeri, terutama dari China. Komponen yang didatangkan antara lain motherboard, modul kamera, baterai, dan rangka ponsel. Seluruh bagian tersebut kemudian dirakit secara manual di lokasi yang digerebek polisi.

Dalam proses perakitan, pelaku kerap mencampurkan komponen baru dengan suku cadang bekas atau generik. Tujuannya untuk menekan biaya produksi, namun tetap menghasilkan ponsel dengan tampilan luar yang menyerupai perangkat Samsung asli. Sekilas, ponsel rakitan ini sulit dibedakan dari produk resmi.

           


Untuk semakin mengelabui pembeli, sindikat ini juga menempelkan stiker IMEI palsu dengan label “Made in Vietnam”.

Langkah tersebut dilakukan agar ponsel terlihat seperti barang impor resmi dan mampu melewati pengecekan dasar jaringan seluler. Dengan IMEI palsu itu, perangkat bisa digunakan layaknya ponsel asli, setidaknya di tahap awal penggunaan.

Harganya cuma Rp6-7 jutaan

Polisi setempat menyebut sindikat menyasar konsumen yang menginginkan ponsel kelas atas dengan harga jauh di bawah harga pasar.

Ponsel rakitan tersebut dijual dengan harga sekitar 35.000–45.000 rupee, atau setara Rp6,5 juta hingga Rp7,4 jutaan per unit. Harga ini terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan harga resmi flagship Samsung asli yang bisa mencapai lebih dari dua kali lipatnya.



Menurut polisi, strategi harga murah menjadi faktor utama yang membuat banyak konsumen tertarik. Tidak sedikit pembeli yang mengira mereka mendapatkan ponsel asli dengan potongan harga besar, terutama mereka yang tidak memahami detail teknis atau ciri-ciri ponsel palsu.

Dalam banyak kasus serupa, konsumen baru menyadari perangkat tersebut palsu setelah mengalami gangguan fungsi atau kualitas yang tidak sesuai dengan spesifikasi resmi.

Harga murah jadi umpan, jangan mudah kepincut

Pihak kepolisian menduga ponsel palsu ini sudah beredar luas di pasaran, baik melalui toko-toko kecil yang tidak resmi maupun melalui platform penjualan online.

         

Setelah kasus ini terungkap, Polisi Delhi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat membeli smartphone, khususnya ponsel premium.

Konsumen juga disarankan membeli perangkat hanya dari penjual resmi atau toko terpercaya, melakukan pengecekan IMEI melalui kanal resmi, serta tidak mudah tergiur dengan harga yang jauh di bawah pasaran.

Saat ini, polisi masih menelusuri asal-usul komponen yang digunakan sindikat tersebut dan menyelidiki kemungkinan adanya jaringan serupa di wilayah lain di India.

Penyelidikan lanjutan juga dilakukan untuk mengungkap jalur distribusi serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam peredaran ponsel ilegal ini.