Hemat Energi, Ngecas Mobil Listrik Malam Hari Dilarang di Negara Ini
Uzone.id – Kemajuan pesat penggunaan mobil listrik secara global tampaknya membuat beberapa negara kewalahan untuk perkara pengisian daya ulang mobil listrik. Sri Lanka jadi salah satu negara dengan penjualan mobil listrik meningkat 10 persen dari Februari 2026.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang tengah terjadi beberapa pekan belakangan menjadi tantangan besar bagi Sri Langka dan menyebabkan krisis bahan bakar. Hal ini mendorong pemerintah setempat menyerukan agar masyarakatnya berhemat bahan bakar.
Tak hanya itu, geopolitik yang memanas turut berimbas terhadap pembatasan penggunaan charger mobil listrik pada malam hari karena pasokan listrik yang memanfaatkan batu bara dan bahan bakar diesel.
Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake meminta para pemilik mobil listrik berhenti mengecas pada malam hari. Dia mengimbau agar melakukannya pada siang hari.
"Isi daya mobil Anda di siang hari ketika kita memiliki kelebihan listrik dari tenaga surya," kata Dissanayake dikutip dari AFP, Selasa (17/3).
Dissanayake mengatakan juga bahwa pemakaian listrik meningkat menjadi 3.000 megawatt.
Pada malam hari, sebagian besar listrik Sri Lanka yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 900 megawatt dan pembangkit listrik diesel 1.000 megawatt.
Sedangkan sumber tenaga untuk pembangkit listrik ini jauh dari citra bersih yang didambakan penggunaan mobil listrik. Sri Lanka juga tak punya baterai skala besar untuk menyimpan energi matahari yang berlimpah pada siang hari.
Sejauh ini, Sri Lanka telah menetapkan kebijakan baru, yakni penetapan hari Rabu sebagai hari libur bagi lembaga publik. Langkah ini diambil sebagai upaya penghematan bahan bakar di tengah ancaman krisis energi akibat konflik global.