Headline

Heboh Tunjangan DPR: Buat Komunikasi Rp15 Jutaan, Bisa Dapat Berapa Kuota?

Hani Nur Fajrina
Heboh Tunjangan DPR: Buat Komunikasi Rp15 Jutaan, Bisa Dapat Berapa Kuota?

Uzone.id – Publik sedang heboh membicarakan tunjangan anggota DPR yang terdiri atas berbagai komponen, termasuk tunjangan rumah Rp50 juta. Namun, ada satu komponen yang tak kalah menarik, yakni tunjangan komunikasi yang mencapai Rp15.554.000 per bulan.

Angka sebesar itu jelas bikin orang bertanya-tanya: komunikasi macam apa yang butuh biaya belasan juta per bulan? Video call pakai satelit? Zoom meeting 24 jam nonstop?

Daripada cuma bertanya-tanya, mari kita bandingkan dengan harga paket kuota internet termahal dan paling premium dari operator seluler paling besar di Indonesia: Telkomsel, XLSmart (XL Axiata dan Smartfren), dan Indosat Ooredoo Hutchison.



Telkomsel: paket Halo+ Supreme

Rasanya wajar berasumsi anggota-anggota DPR menggunakan layanan pascabayar seperti Halo dari Telkomsel. Melelahkan dong, kalau harus terus-terusan isi pulsa?

Telkomsel punya layanan pascabayar Halo+ Supreme dengan harga sekitar Rp250.000 per bulan, yang sudah mencakup kuota data 350 GB, telepon, hingga SMS.

Dengan tunjangan komunikasi DPR Rp15,5 juta, artinya kurang lebih bisa membeli 62 paket Halo+ Supreme. Sementara untuk total kuota, 62 dikalikan 350 GB, hasilnya sekitar 21.700 GB atau 21,7 TB sebulan.

Smartfren

Pascabayar Smartfren paling tinggi menawarkan kuota 100 GB dengan harga Rp100 ribu per bulan, harga yang sebenarnya masih sangat terjangkau untuk level pemasukan sekelas anggota DPR yang terhormat.

Dengan tunjangan komunikasi Rp15,5 juta, kira-kira anggota DPR dapat 155 paket layanan pascabayar Smartfren ini, dengan total kuota sekitar 15.500 GB atau 15,5 TB per bulan.

Kuota sebanyak itu rasanya sudah lebih dari cukup untuk menghidupi satu RT kalau dipakai bareng.



Indosat: IM3 Platinum 300

Layanan pascabayar yang ditawarkan Indosat diberi nama IM3 Platinum, dan jenis paling mahal adalah Platinum 300. Paket ini memiliki kuota utama 300 GB, gratis 100 SMS, telepon 100 menit, dan dibanderol Rp300 ribu per bulan.

Dengan tunjangan Rp15,5 jutaan, ada sekitar 51 paket IM3 Platinum 300 yang dapat dibeli. Sementara total kuotanya mencapai 15.300 GB atau sekitar 15,3 TB.

XL Prioritas: Ultima

Layanan paling mahal dari XL Prioritas dinamakan Ultima dengan kuota 300 GB, harga awalnya Rp555 ribu, namun tampaknya sedang ada penurunan harga menjadi Rp300 ribu.

Jika dihitung sesuai tunjangan komunikasi yang didapatkan anggota DPR, mereka bisa mendapatkan 51 paket XL Prioritas Ultima, dengan total kuota 15.300 GB, atau 15,3 TB per bulan.



Tunjangan komunikasi DPR Rp15,5 juta per bulan cukup untuk membeli kuota internet puluhan kali lipat lebih besar daripada kebutuhan normal. Rasanya, kalau per bulan dijatah segitu, satu orang anggota DPR bisa puas WhatsApp video call dengan teman yang ada di Islandia ratusan kali dalam sepekan, tanpa koneksi Wi-Fi sekalipun.

Kalau ini namanya “komunikasi intensif,” mungkin rakyat juga perlu kursus khusus untuk mengikuti intensitasnya. Sementara masyarakat biasa harus mengatur kuota 10–20 GB per bulan untuk belajar dan bekerja.

Belum lagi jika para anggota dewan legislatif nan terhormat masih punya kebiasaan pakai Wi-Fi gratisan yang ada di setiap ruangan gedung DPR, mubazir sekali membayangkan kuota internet seluler yang sudah dibeli.

Tunjangan ini memang bikin heboh, bukan karena rakyat iri, tapi karena logikanya sulit diterima: uang Rp15,5 juta sebulan bisa membeli kuota internet hingga puluhan terabyte, yang jelas tidak mungkin dihabiskan satu orang.

Tapi kalau sekadar untuk “paket premium” gaya hidup DPR, jangan kaget kalau masyarakat cuma bisa menggeleng sambil hitung-hitung berapa bulan kuota bisa bertahan.

Kalau tujuannya komunikasi dengan rakyat, mungkin lebih efektif kalau dibagikan kuota gratis saja – bisa langsung terasa manfaatnya.