Automotive

Heboh Pertalite Tercampur Biosolar di Pertamina Jakbar, Kok Bisa Sih?

Brian Priambudi
Heboh Pertalite Tercampur Biosolar di Pertamina Jakbar, Kok Bisa Sih?

Uzone.id - Baru-baru ini SPBU Pertamina di Meruya Utara, Jakarta Barat menjual bahan bakar minyak (BBM) Pertalite yang tercampur dengan Biosolar. Akibatnya banyak konsumen yang melakukan protes karena kendaraan yang digunakannya mengalami mogok.

BBM Pertalite yang tercampur Biosolar terjadi di SPBU 45.116.12 Meruya Utara, Jakarta Barat pada Selasa (5/8). Entah disengaja atau tidak, BBM Pertalite yang tercampur Biosolar sempat terjual ke konsumen.

Manajer SPBU 34.116.12, Ramses Sitorus, mengakui adanya kelalaian petugas saat mengisi BBM Biosolar. Alih-alih masuk ke tangkinya yang sesuai, petugas justru menempatkan BBM Biosolar ke tangki BBM Pertalite.

"Terjadi kesalahan pengisian dari mobil tangki ke tabung BBM Biosolar masuk ke Pertalite. Itu, kesalahan dari pengawas yang melakukan kegiatan tersebut, tidak memindahkan selangnya ke tangki sehingga motor pelanggan mogok," ujar Ramses seperti dikutip dari Antara.



Atas kelalaian tersebut, Ramses mengaku pihaknya siap membayar kerugian atau kerusakan yang dialami pengendara akibat dari menggunakan BBM Pertalite yang tercampur dengan Biosolar.

Beberapa konsumen pun melaporkan adanya kerusakan pada kendaraan roda duanya akibat BBM yang tidak sesuai.

Ramses juga telah memberhentikan semua penjualan BBM Pertalite kepada konsumen dan melakukan pembersihan tangki alias vakum.





Sementara itu PT Pertamina Patra Niaga sebagai distributor BBM, mengaku akan memberikan sanksi dan investigasi terhadap SPBU tersebut.

"SPBU ini adalah SPBU swasta dan sudah kami beri sanksi tegas berupa penutupan sementara untuk investigasi menyeluruh," sebut Area Manager Commnications Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria.

Menurut Satria, pihaknya memiliki standar ketat terhadap kualitas dan keamanan distribusi BBM, sehingga jika terjadi pelanggaran akan ditindak tegas.



"Konsumen yang melaporkan kendala di SPBU sudah ditangani. Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh dalam pelayanan kepada masyarakat di SPBU baik yang kami kelola sendiri maupun swasta untuk melindungi hak konsumen," lanjutnya.

Satria menyampaikan, konsumen yang memiliki keluhan dan ingin melaporkan temuan bisa menghubungi Call Center Pertamina di 135 atau mengirim surel ke [email protected].

Akhir kata, Satria pun meminta maaf kepada pihak yang digurikan akibat kelalaian SPBU tersebut dan berjanji akan memperkuat sistem pengawasan dan kontrol mutu BBM.

"Kami memohon maaf atas kejadian tersebut dan kami akan terus memperkuat sistem pengawasan dan kontrol mutu BBM agara kejadian serupa tidak terulang. Kami mengapresiasi masyarakat yang proaktif melaporkan dan terus terbuka terhadap masukan demi pelayanan yang lebih baik," tutupnya.