Automotive

Heboh Pertalite Mau Dibatasi Mulai 1 Juni 2026, Ini Kata Pertamina

Bagja Pratama
Heboh Pertalite Mau Dibatasi Mulai 1 Juni 2026, Ini Kata Pertamina

Uzone.id— Kekhawatiran masyarakat memuncak setelah beredar luasnya narasi di media sosial tentang pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite. 

Isu tersebut menyebutkan bahwa kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc akan dilarang mengisi Pertalite (RON 90) mulai 1 Juni 2026.




Informasi yang beredar bahkan mencantumkan daftar model mobil populer yang diklaim tidak lagi diperbolehkan menggunakan Pertalite, termasuk Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Daihatsu Luxio, Toyota Yaris, Toyota Veloz, Honda City, Honda Mobilio, hingga Mitsubishi Xpander.

Menanggapi keresahan publik, PT Pertamina Patra Niaga melalui Corporate Secretary Roberth MV Dumatubun, memastikan bahwa informasi mengenai pembatasan Pertalite yang akan berlaku pada 1 Juni 2026 tersebut tidak benar.

"Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator" ujar Roberth dalam keterangan resmninya, dikutip Uzone.id.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada aturan atau arahan resmi dari pemerintah maupun regulator terkait pembatasan BBM Pertalite, baik berdasarkan merek kendaraan tertentu maupun kapasitas mesin kendaraan.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan operator yang berada di bawah regulator, Pertamina menegaskan prinsipnya bahwa mereka akan sepenuhnya mengikuti setiap kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait sektor energi, termasuk distribusi BBM subsidi.

Meskipun kabar pembatasan ini dipastikan tidak benar, himbauan dari produsen kendaraan tetap relevan. 




Sebagai konteks, mesin bensin modern, bahkan untuk kategori LCGC, sudah memiliki rasio kompresi tinggi (di atas 10:1) dan direkomendasikan menggunakan bensin dengan nilai oktan minimal RON 92 (setara Pertamax). 

Penggunaan BBM dengan oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan dapat menyebabkan knocking (ngelitik), yang berpotensi mengurangi efisiensi dan mempercepat kerusakan komponen mesin dalam jangka panjang.