Hati-hati Terjebak, Jangan Asal Klik Link di Email Resmi OpenAI
Uzone.id — Modus penipuan
online memang gak ada habisnya. Kali ini, giliran induk platform ChatGPT yaitu
OpenAI yang dicatut namanya dan dipakai untuk mengelabui calon korban mereka.
Para penjahat siber kini menggunakan fitur undangan dari tim
OpenAI untuk menipu orang-orang. Mereka memodifikasi link undangan grup dan
bahkan menggunakan alamat email asli milik OpenAI untuk menyebar link dan nomor
telepon palsu.
Tujuannya, agar korban mengklik link dan menghubungi nomor telepon yang berisi penipuan. Setelah link palsu ini diklik, korban anak dijebak dengan memasukkan identitas hingga data-data rahasia mereka.
Di modus ini, penyerang terlebih dulu membuat akun OpenAI
API pribadi. Saat pendaftaran, mereka diminta mengisi nama organisasi. Nah,
kolom ini dimanfaatkan untuk menyisipkan teks menyesatkan, tautan palsu, dan
nomor telepon penipu.
Setelah data-data palsu tersebut dimasukkan, pelaku
menggunakan fitur “undang tim Anda” untuk mengirim undangan ke email korban.
Karena email dikirim langsung dari sistem OpenAI, undangan tersebut terlihat
valid dan berpotensi menjebak penerima.
Anna Lazaricheva, Analis Spam Senior Kaspersky menyebut
kalau kasus ini menunjukkan bagaimana fitur platform yang terlihat aman bisa
disalahgunakan untuk serangan rekayasa sosial, sekaligus melewati filter email
tradisional dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan
bereputasi.
“Kami mendesak semua pengguna untuk memverifikasi undangan
dengan cermat dan menghindari mengklik tautan yang disematkan tanpa
pemeriksaan. Kami juga merekomendasikan brand untuk mempertimbangkan apakah
layanan atau platform online mereka dapat disalahgunakan oleh penyerang,”
tambahnya.
Dalam penelitian Kaspersky, ada beberapa jenis pesan yang berisi ancaman email yang dikirim dengan cara serupa.
Salah satunya email dengan isi promosi dan penawaran palsu
untuk layanan dewasa atau ada juga serangan vishing, serangan ini berupa
pemberitahuan palsu yang mengklaim langganan telah diperbarui dengan jumlah
besar lalu meminta korban untuk menghubungi nomor telepon yang
diberikan.
Kali ini, jenis email tersebut digunakan dengan menggunakan
nama OpenAI, dimana mereka mengajak korban untuk mengklik undangan tim OpenAI
API untuk berkolaborasi.
Maka dari itu, Kaspersky mengimbau pengguna agar waspada
pada undangan yang tidak diminta, meskipun terlihat berasal dari platform
terpercaya, selalu periksa URL sebelum mengklik, tidak menelepon nomor yang
tercantum di email mencurigakan dan laporkan email mencurigakan dan aktifkan
autentikasi multi-faktor.