Hati-hati Download Game Dewasa, Malware Ini Bisa Ambil Alih Perangkat
Uzone.id — Tim Riset dan
Analisis Global (GReAT) Kaspersky kembali mengungkap adanya malware di
game-game khusus orang dewasa. Malware ini berjenis Remote Access Trojan yang
disebut sebagai Argamal.
Saat ini, malware tersebut sudah ditemukan di berbagai
negara bahkan di salah satu negara Asia Tenggara. Sejumlah negara yang sudah
terdeteksi antara lain Rusia, Brasil, Jerman, dan Vietnam.
Penemuan ini berawal pada April 2026 saat peneliti Kaspersky
melakukan pemantauan telemetri rutin. Mereka menemukan game yang telah disusupi
malware dan digunakan sebagai media penyebaran Argamal ke perangkat pengguna.
Menurut Kaspersky, kampanye ini tidak hanya bertujuan mencuri data dan kredensial pengguna, tetapi juga memberikan akses jarak jauh penuh kepada pelaku kejahatan siber untuk mengendalikan perangkat korban.
Karena, setelah berhasil masuk ke sistem, malware tersebut
tidak langsung beraksi melainkan akan ‘diam’ dulu di dalam perangkat.
Argamal akan tetap tidak aktif selama beberapa hari sehingga
tak mudah terdeteksi sebelum mengunduh komponen berbahaya tambahan yang
akhirnya memungkinkan pelaku mendapatkan kendali penuh atas perangkat yang
terinfeksi.
Setelah perangkat berhasil terinfeksi, Argamal memungkinkan
pelaku melakukan berbagai aktivitas berbahaya, mulai dari pencurian data,
pengambilalihan akun, hingga pemasangan malware tambahan.
Kaspersky menemukan bahwa game yang telah disusupi malware
ini didistribusikan melalui berbagai saluran, mulai dari situs unduhan hingga
platform torrent.
Kebanyakan game-game yang berisi malware ini memang
ditemukan di situs pihak ketiga.
Hal ini dimanfaatkan oleh penjahat siber, dimana mereka
menggunakan situs ‘PixelDrain’ yang merupakan layanan berbagi file (termasuk
file game) untuk menyebarkan malware.
Selain itu, peneliti juga menemukan kalau file game berbahaya berisi malware ini juga beredar melalui pelacak torrent seperti AniRena.
Alhasil, malware tersebut sudah masuk dalam game-game yang
biasanya diunduh dalam bentuk arsip yang berisi file game asli yang telah
dimodifikasi.
Salah satu aspek yang membuat malware Argamal ini berbahaya
adalah kemampuannya beroperasi tanpa mengganggu pengalaman bermain pengguna.
Ketika game dijalankan, kode berbahaya otomatis aktif di
latar belakang tanpa mempengaruhi jalannya permainan, sehingga korban tidak
menyadari perangkatnya telah terinfeksi.
Peneliti juga menemukan metode distribusi lain, seperti
menyisipkan malware langsung ke dalam file game atau menyamarkannya sebagai
cheat dan alat bantu permainan yang dibagikan melalui forum-forum game.
Kepala Unit Rusia dan CIS di Tim GReAT Kaspersky, Dmitry
Galov, mengatakan para pelaku siber telah lama memanfaatkan konten terkait game
dan perangkat lunak tidak resmi sebagai sarana distribusi malware.
“Sepanjang analisis, kami mengamati malware tersebut secara
aktif diperbarui dengan fitur baru dan perubahan infrastruktur, menunjukkan
bahwa kampanye tersebut sedang berlangsung dan kemungkinan akan berkembang
lebih lanjut,” katanya.
Untuk menghindari risiko serangan serupa, Kaspersky
menyarankan pengguna untuk mengunduh game dan modifikasi (mod) hanya dari
sumber resmi atau situs terpercaya.
Selain itu, pengguna juga disarankan menggunakan solusi
keamanan yang dapat mendeteksi dan memblokir malware, serta mengaktifkan fitur
tampilan ekstensi file di Windows agar lebih mudah mengenali file berbahaya
yang menyamar sebagai dokumen, foto, atau video.